Korban Bencana Kobe Rasakan Beban Tsunami

Korban Bencana Kobe Rasakan Beban Tsunami

Selasa, 18 Januari 2005
Kobe, Senin – Korban- korban bencana Kobe menyatakan turut merasakan derita yang dialami oleh para korban tsunami. Para pemimpin Jepang juga berikrar untuk membantu dunia agar selamat dari bencana besar yang merupakan pembunuh terbesar.

Pernyataan itu muncul ketika sejumlah warga Jepang mengenang 10 tahun bencana Kobe, yang menimpa 10 tahun lalu. Bencana Kobe menewaskan 6.433 orang. Warga yang hadir dalam acara mengenang korban bencana Kobe itu menyalakan lilin sebanyak 6.433 buah untuk para korban.

Kaisar Akihito juga turut hadir dalam acara itu. “Kita jangan melupakan keganasan bencana,” kata Kaisar Akihito. “Kita harus membangun sebuah masyarakat yang aman dan turut membantu dunia soal bencana,” ujar Akihito.

Kobe juga menjadi tuan rumah konferensi PBB selama lima hari, yang dimulai hari Selasa (18/1). Konferensi itu bertujuan untuk mencari cara untuk mengurangi korban-korban akibat bencana.

Pemerintahan Prefektur Hyogo-termasuk Kobe- mengusulkan kota Kobe sebagai pusat global untuk koordinasi rekonstruksi pascabencana. “Setelah bencana tsunami, kami menyadari pentingnya koordinasi global,” kata Gubernur Prefektur Hyogo, Toshizo Ido. Jepang mengeluarkan banyak biaya untuk membangun kota Kobe.

Kesadaran seperti itu juga dirasakan oleh korban bencana Kobe. “Ketika saya menyaksikan amukan tsunami, ketakutan saya seperti muncul kembali,” kata Hideyasu Kitayama (82), yang sempat tak sadar selama lima hari setelah bencana Kobe. Kitayama menyalakan lilin untuk kematian istrinya, Yaeko, yang wafat saat bencana itu. “Saya masih ingat neraka itu secara jelas,” ujarnya.

Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB Jan Egeland juga sedang berada di Kobe, termasuk dalam rangka persiapan konferensi PBB pascatsunami. “Setelah tsunami, saya yakin setiap orang berharap akan tindakan konkret dari konferensi Kobe,” kata Egeland. Konferensi itu akan dihadiri oleh 3.000 pejabat pemerintah dan nonpemerintah yang ahli dalam soal bencana.

“Saya kira dunia bisa belajar dari Kobe,” ujar Egeland lebih lanjut. Maksudnya, belajar dari penanganan Kobe pascagempa 1995 dan juga belajar dari pengalaman Kobe yang kini sudah pulih dan reruntuhan.

Berdasarkan data PBB, dari sekitar 6 miliar penduduk dunia, lebih dari 2,5 miliar warga dunia akan terpengaruh oleh gempa bumi, banjir, badai, dan bencana lainnya. Hal itu terbukti dari data yang dikumpulkan pada periode 1994-2003. Jumlah penduduk yang dalam risiko itu naik 60 persen dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya. Lebih dari 470.000 warga dunia tewas karena bencana periode 1994-2003.(REUTERS/AP/AFP/MON)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0501/18/ln/1508068.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: