Mereka yang Mengakrabi Bumi

Mereka yang Mengakrabi Bumi

Kondisi geologis Indonesia perlu dipahami agar kita bisa hidup nyaman. Mereka adalah sebagian kecil orang yang mencoba memahami perangai bumi.

Dr Cecep Subary (47)

Cecep bergabung di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional tahun 1978. Gelar sarjana didapat di ITC Delf Belanda, sementara master survei geodesi diraih di University of New South Wales Australia. Menjabat sebagai Kepala Bidang Geodinamika, ia sering melakukan riset bersama periset AS dan Perancis. Dari pengukuran global positioning system (GPS), dia mengungkap pola pergerakan lempeng. Di Journal of Nature edisi Maret 2006, dia memprediksi gempa tektonik di selatan Jawa.

Dr Danny Hilman Natawijaya (45)

Peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI ini sejak 1995 meneliti terumbu karang di pesisir barat Sumatera untuk mengenal pola kegempaan. Ia memprediksi adanya gempa berkekuatan sekitar 9 skala Richter (SR), di antaranya di Kepulauan Mentawai, Padang, 20 tahun mendatang. Gempa berkekuatan 9 SR di Mentawai terjadi tahun 1833, periode 200 tahun. Dia belajar geologi di ITB dan Universitas Auckland, Selandia Baru. Gelar doktor geologinya dari Amerika.

Djedi S Widarto M Eng DSc (47)

Djedi menjadi Peneliti Utama bidang Geofisika Terapan di Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI. Lulus sarjana dari ITB, gelar master teknik geofisika dari Waseda University Jepang. Gelar doktor geologi fisika dari Kyoto University. Ia memantau fenomena seismo-elektromagnetik yang dipancarkan bumi. Analisis gempa Bengkulu, Aceh, dan Sulawesi Utara beberapa tahun ini menunjukkan ada pertanda gempa dua-lima hari sebelumnya.

Dr Eko Yulianto (35)

Eko Yulianto dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI khusus tsunami purba. Penelitiannya di barat Pangandaran pascagempa 17 Juli 2006 mengungkap ada dua kali tsunami masa lalu. Eko meraih S-1 dan S-2 ITB di bidang geologi. Melanjutkan studi S-3 di Universitas Hokkaido Jepang, mendalami palinologi—mempelajari fosil serbuk sari.

Dr Hamzah Latif (43)

Pengajar di ITB ini mendalami oseanografi, pemodelan matematis gelombang laut hingga tingkat master di ITB dan melanjutkan ke Tohoku University sampai meraih gelar doktor dan memperdalam di Universitas Hokkaido. Lewat program Riset Unggulan Terpadu 2002-2004, dia mengembangkan model matematis dan aplikasi Geological Information System untuk meredam tsunami. Dia membuat simulasi tsunami di Padang untuk tata ruang dan mitigasi bencana.

Dr Jan Sopaheluwakan (55)

Dia meraih S-3 geologi di Frije Universiteit di Belanda. Menjadi Deputi Bidang Ilmu Kebumian LIPI, 2001 menjabat Chairman National Intergovernmental Oceanographic Commission Unesco, 2005 menjadi Vice Chairman Intergovermental Coordinating Group for the Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System, dan membentuk Indian Ocean Tsunami Warning System.

Dr Puji Pujiono MSW (43)

Gelar doktor bidang Administrasi Publik University of the Phillippines, dia lalu menangani Indonesia sejak 1998. Ia memprakarsai terbentuknya Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia. Puji menjadi Head of United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affair di Kobe, Jepang. Dia kini Deputi UN Area Coodinator in Java Earthquake, mengoordinasikan komunitas internasional guna penanganan bencana (ACDM).

Dr Ir Yusuf S Djajadihardja (48)

Yusuf menamatkan sarjana di ITB dan mengambil gelar doktor di Jepang. Direktur Pusat Pengkajian Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam di BPPT ini menjadi satu-satunya orang Indonesia yang menyelam dengan peralatan khusus ke Palung Sunda (2.102 m), tahun 2002, hasil kerja sama dengan Jepang. Dia menyimpulkan, Sesar Semangko berlanjut 300 kilometer ke arah Jabar.

Dr Subandono Diposaptono (47)

Tahun 1987 dia bergabung di Laboratorium Pengkajian Teknik Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dia studi di Tsunami Laboratory, Disaster Control Research Center di Tohoku University pada 1997. Ia turut dalam penelitian International Tsunami Survey Team (ITST) di NAD pada 2004, di Banyuwangi (1994), dan di Biak (1996). Dia menjabat Kepala Subdirektorat Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan. (YUN/ISW)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0608/16/HBBencana/2886542.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: