Tsunami di Samudera Hindia Jadi Topik Konferensi Kobe

Tsunami di Samudera Hindia Jadi Topik Konferensi Kobe

Updated: Selasa, 18 Januari 2005, 09:41 WIB
Jakarta, Selasa
Gelombang tsunami yang terjadi di sejumlah negara Asia pada 26 Desember 2004 akan menjadi salah satu bahasan utama dalam konferensi dunia mengenai penanggulangan bencana (World Conference on Disaster Reduction) yang akan berlangsung di Kobe, Jepang, dari 18-22 Januari 2005.

Pertemuan dengan tema utama “A Safer World of All” itu merupakan yang kedua setelah yang pertama diselenggarakan di Yokohama, Jepang, pada tahun 1994. “Konferensi itu menghasilkan ’The Yokohama Strategy’ yaitu suatu rencana aksi untuk periode 1994-2004 yang mencantumkan prinsip-prinsip pencegahan bencana, kesiapan dan mitigasi,” kata Ibnu Wahyutomo, Konsul Ekonomi Kedubes RI di Jepang dalam surat elektroniknya kepada Antara.

“Setelah periode 10 tahun ’Yokohama Strategy’ ini selesai, masyarakat dunia memandang perlu untuk mengevaluasi kemajuan yang dicapai sekaligus menyusun rencana aksi 10 tahun ke depan,” tambahnya.

Konferensi yang diprakarsai oleh PBB melalui Sekretariat ISDR (International Strategy on Disaster Reduction) ini akan dihadiri oleh sekitar 14.000 peserta, terdiri dari delegasi dari negara-negara anggota PBB dan para jurnalis dari media setempat dan asing.

Jumlah peserta yang banyak itu, menjadikan konferensi ini sebagai yang terbesar dari seluruh pertemuan mengenai pencegahan bahaya bencana alam. Ibnu juga menjelaskan bahwa format konferensi ini akan terbagi ke dalam 3 segmen: antarpemerintah, tematik, dan publik.

Segmen pertama akan merupakan forum para delegasi untuk membahas dokumen yang akan dihasilkan. Segmen kedua akan menjadi tempat bagi para delegasi untuk bertukar pikiran dan pengalaman, dan segmen ketiga menawarkan kesempatan kepada khalayak umum untuk berinteraksi.

Menurut rencana, Indonesia akan mengirimkan delegasinya yang diketuai oleh Sekretaris Bakornas PBP dengan anggota dari Departemen Luar Negeri, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Pertanian, Badan Meteorologi dan Geofisika, Bakornas PBP, Perutusan Tetap RI untuk PBB di Jenewa, dan Konsulat Jenderal RI di Osaka.

Untuk penyelenggaraan konferensi kedua ini, Pemerintah Jepang menawarkan diri kembali untuk menjadi tuan rumah karena tahun 2005 akan bertepatan dengan peringatan 10 tahun tragedi gempa bumi yang menimpa kota Kobe dan sekitarnya pada tanggal 17 Januari 1995. Tragedi tersebut dikenal dengan sebutan Great Hanshin-Awaji Earthquake. Secara kebetulan pula, hanya beberapa minggu sebelum penyelenggaraan konferensi ini terjadi suatu bencana besar yang menimpa 11 negara di kawasan Samudera Hindia.

Karena itu pula, kata Ibnu, konferensi kedua ini menjadi semakin menemukan signifikansinya karena, atas usulan PM Jepang, konferensi ini akan membahas mengenai Indian Ocean Disaster dalam suatu sesi khusus. “Dalam sesi khusus ini, ketua delegasi Indonesia akan menyampaikan statement Pemerintah RI,” katanya.

Selain sasaran yang hendak dicapai, yaitu antara lain menghadirkan ketersediaan informasi bagi masyarakat di daerah bencana, konferensi ini juga diharapkan akan menghasilkan sesuatu yang nyata berupa penyediaan suatu early warning system di daerah rawan bencana. Beberapa negara maju telah menawarkan teknologinya.

Bahkan Jepang sendiri, sebagaimana tercantum dalam draft pernyataan PM Koizumi yang dikutip media massa Jepang, telah menyatakan akan menawarkan satelit cuacanya untuk digunakan sebagai sarana informasi bagi kawasan Samudera Hindia. Satelit Jepang ini akan terus dimanfaatkan hingga terbentuknya suatu sistem internasional peringatan dini terhadap bencana.

Menurut Ibnu, final declaration dalam Konferensi tersebut akan mengacu kepada hasil Special ASEAN Leaders Meeting on Aftermath of Earthquake and Tsunami (KTT) Tsunami yang diadakan di Jakarta, 6 Januari 2005 lalu.

Konferensi akan didahului dengan upacara peringatan 10 tahun “Great Hanshin-Awaji Earthquake” yang akan dipimpin oleh Kaisar Akihito dengan dihadiri oleh seluruh perwakilan diplomatik di wilayah Kobe dan Osaka, termasuk Konsul Jenderal Indonesia di Osaka.(Ant/Nik)

http://www.kompas.com/utama/news/0501/18/094141.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: