Penanganan Bencana, Pengalaman Berharga

Penanganan Bencana, Pengalaman Berharga
HB X Diskripsikan Hubungan Gempa dan Ular

Sabtu, 26 Mei 2007
JOGJA – Menko Perekonomian Prof Dr Boediono mengatakan, Indonesia mendapatkan apresiasi internasional dalam penanganan gempa bumi di DIJ dan Jateng yang terjadi setahun lalu. “Apresiasi itu dalam bidang rekonstruksi dan rehabilitasi yang tercepat di dunia,” katanya.

Boediono mengatakan hal ini ketika memberikan sambutan dalam pembukaan Pameran Teknologi Penanganan Bencana di Gedung Jogja Expo Center (JEC), kemarin. Acara ini digelar Tim Teknis Nasional (TTN) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa DIJ-Jateng, dalam rangka memperingati satu tahun gempa 27 Mei 2006.

Oleh karena itu, Boediono meminta seluruh pihak menempatkan penanganan bencana gempa bumi setahun lalu itu sebagai pengalaman berharga. Pembukaan pameran ditandai dengan pemencetan tombol, disaksikan Gubernur DIJ Sultan HB X dan Gubernur Jateng Mardiyanto.

Tampak di acara ini, Ketua Tim Teknis Nasional seperti Dr Soetatwo Hadiwigeno dan Seketaris Prof Dr Danang Parikesit. Juga ada Bupati Sleman Ibnu Subiyanto, Ketua DPRD Kota Jogja Arif Noor Hartanto, Wawali Jogja Haryadi Suyuti dan Wawali Gunungkidul Badringah.

Sebelum Menko Perokomian memberikan sambutan, Gubernur Sultan HB X juga mengisahkan ketika Pemprov DIJ dan UGM diundang ke Siprus. Pertemuan yang dihadiri negara-negara besar ini membicarakan penanganan pascagempa.

Negara-negara menilai DIJ dan Jateng belajar cepat dalam menangani bencana gempa bumi. Selain itu, Raja Kraton Jogja ini mendiskprisikan hubungan gempa dengan ular. Penelitian membuktikan, binatang melata ini dapat menjadi indikator lima hari sebelum terjadi gempa.

“Tanda-tandanya, ular akan keluar dari sarang meski cuaca dingin,” paparnya. Nah, berkait penanganan gempa di DIJ, HB X berpendapat pemasangan sirine di setiap kelurahan merupakan pencegahan dini paling konvensional dalam menghadapi gempa.

Sementara itu, Ketua TTN Dr Soetatwo Hadiwigeno menjelaskan, acara pameran ini diikuti 77 instansi yang terdiri atas 120 unit. Peserta dari pemerintah pusat sebanyak 12 lembaga, 16 pemerintah daerah, 41 dari LSM dan lembaga donor dan tujuh pelaku ekonomi dan perbankan.

Hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan pembangunan rumah, sekolah dan peluncuran buku di Pelataran Taman Siwa, Candi Prambanan. Malamnya, digelar refleksi satu tahun gempa. Menutup serangkaian kegiatan, dilaksanakan salat subuh berjamaah, dilanjutkan renungan, dzikir dan doa. Pada 27 Mei pukul 05.55 dilakukan pemukulan kentongan, bedug dan menyembunyikan sirine sebagai peringatan detik-detik terjadinya gempa bumi satu tahun lalu. (uki)

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=162581&c=85

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: