Semangat Rakyat Dibangkitkan

Semangat Rakyat Dibangkitkan
Sultan Meminta Maaf jika Pemerintah Masih Kurang Sigap

Yogyakarta, Kompas – Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat segera meninggalkan kepedihan akibat gempa yang mengguncang 27 Mei setahun yang lalu. Sebaliknya, masyarakat harus bersemangat membangun kembali Yogyakarta karena kehidupan masih terus berlanjut.

Sultan menyampaikan itu dalam refleksi satu tahun gempa di Jogja Expo Center, Sabtu malam. “Hidup ini sungguh sangat singkat. Kata orang Jawa, hidup hanya sekadar mampir ngombe. Jadi, cobalah menikmati dan memanfaatkannya dengan bijak,” tutur Sultan.

Lebih jauh, Sultan juga mendorong masyarakat tetap bersikap kritis terhadap proses rehabilitasi pascagempa. Meneladani tokoh pewayangan Ki Semar Badrayana, Sultan mengajak masyarakat tetap setia, namun juga berani kritis terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya.

Selain mempertahankan kekritisan, Sultan mengingatkan perlunya kebersamaan untuk membangun kembali Yogyakarta. Tidak lagi dengan tapa brata di goa-goa yang sepi, melainkan dengan tapa ngrame, atau terjun langsung membangun bersama-sama masyarakat.

Sementara, peringatan setahun pascagempa di Bantul berlangsung khidmat. Dimulai pukul 04.30, ribuan warga Bantul berkumpul di Lapangan Trirenggo, untuk shalat subuh, yang dilanjutkan dengan berzikir. Bupati Bantul Idham Samawi dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X hadir dalam kesempatan itu.

Idham dalam sambutannya mengajak warga Bantul untuk melakukan yang terbaik dan bekerja keras agar kembali pulih pascagempa. “Bantuan pada saatnya akan berhenti sehingga kemajuan kita ada pada pundak kita sendiri,” ujarnya.

Sultan juga mengapresiasi upaya warga DIY yang ingin cepat pulih dari bencana. Di sisi lain, Sultan meminta maaf jika selama proses pemulihan berlangsung, pemerintah daerah masih kurang sigap dalam melayani masyarakat.

Di Lapangan Trirenggo, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak pemerintah kabupaten/kota di DIY dalam penanganan bencana alam di masa mendatang. Ini dimaksudkan agar terjalin kerja sama lebih baik dan sinergis saat terjadi bencana. Detik-detik peringatan

Puncak peringatan diwujudkan dengan detik-detik gempa sekitar pukul 05.57-06.00. Pada acara ini, semua sumber suara, baik gamelan, klakson kendaraan, hingga kentongan, dibunyikan. Sejenak, gemuruh suara mengingatkan warga akan suara gempa setahun lalu. Sebagian besar warga pun tak kuat menahan tangis.

“Saya teringat banyaknya warga yang meninggal dijejerkan begitu saja di pinggir jalan. Saat itu, saya tidak bisa berbuat apa-apa, padahal saya mengenali beberapa jenazah,” tutur Ratna (32), warga Trirenggo, Bantul.

Kepiluan semakin memuncak saat beberapa siswa SD hingga SMA mementaskan drama tari “Bantul Bangkit”. Pentas selama 15 menit itu berkisah tentang terjadinya gempa hingga masa pemulihan kehidupan warga saat ini.

Refleksi sederhana dalam tirakatan digelar sejumlah kampung, Sabtu malam, seperti yang dilakukan warga RT 12 RW 1 Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Warga mengadakan tirakatan di lapangan bulu tangkis RT dan diisi pengajian, doa bersama, dan selamatan nasi gurih.

“Kami bersyukur masih diberi kesempatan hidup dari Tuhan. Itu sudah anugerah yang luar biasa dan semestinya selalu diingat dan disyukuri. Jangan sampai kita lupa tentang hal itu,” ujar Sumarto, Ketua RT 12.

Di Gunung Kidul, peringatan setahun pascagempa dilakukan dengan memukul kentongan oleh warga secara bersama-sama pada pukul 05.50. Diperkirakan, jumlah kentongan yang dipukul saat itu mencapai puluhan ribu, yang tersebar di 18 kecamatan, termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti Kecamatan Purwosari dan Patuk. (AB3/AB2/PRA/WER)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/28/jogja/1037789.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: