Renstrada Penanggulangan Bencana Yogyakarta

RENSTRADA PB DIY:
LANGKAH KECIL BERDAMPAK BESAR MENUJU YOGYA
YANG AMAN DARI BENCANA

# Oleh: Djuni Pristiyanto

DOWNLOAD:
RENCANA STRATEGIS DAERAH PENANGGULANGAN BENCANA PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 2008 – 2013

I. PENGANTAR

Gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2007 menghentak dan menyadarkan segenap masyarakat di Yogyakarta, bahwa wilayah yang ditinggalinya tidaklah seaman yang mereka pikirkan. Wilayah DIY berada di daerah rawan bencana. Di bagian utara terdapat Gunung Merapi yang menyimpan potensi bahaya letusan/erupsi, guguran awan panas dan banjir lahar dingin. Di sebelah barat terdapat kawasan pegunungan Menoreh yang berpotensi longsor terutama di musim penghujan. Bagian selatan Provinsi DIY merupakan kawasan rawan banjir dan daerah pantai selatan rawan tsunami, sementara di bagian timur terdapat daerah pegunungan kapur yang sering kali mengalami kekeringan berkepanjangan. Kini juga disadari bahwa gempa bumi merupakan ancaman bencana yang sebenarnya telah pernah beberapa kali dialami oleh daerah ini, termasuk gempa bumi besar bulan Mei 2006 lalu. Selain itu, ancaman angin puting beliung dan perubahan iklim yang semakin ekstrim saat ini juga harus diwaspadai.

Kesadaran bahwa daerah tempat hidupnya merupakan daerah rawan bencana dan kemungkinan ancaman bencana yang akan terjadi mengakibatkan masyarakat Yogyakarta melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana (termasuk upaya untuk pengurangan risiko bencana).

II. BENCANA, PB DAN PRB

Apa itu bencana? Apa itu penanggulangan bencana (PB)? Dan apa pula itu pengurangan risiko bencana (PRB)? Dalam UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana terdapat rumusan mengenai bencana dan penanggulangan bencana.

“Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis” (Pasal 1, ayat 1 UU No. 24/007 tentang PB). Sedangkan pengertian penanggulangan bencana adalah “serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi” (Pasal 1, ayat 5 UU No. 24/007 tentang PB). Dalam pengertian ini, maka penanggulangan bencana merupakan suatu proses yang tidak terpisahkan dari sebelum bencana, pada saat terjadinya bencana, dan setelah terjadi bencana.

Pengurangan risiko bencana (PRB) didefinisikan oleh UNDP (2004) sbb: ““…kerangka konseptual atau pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi kerentanan dan risiko bencana yang dihadapi masyarakat dengan: menghindari atau mencegah, meredam dan membangun kesiapsiagaan terhadap dampak merugikan dari bencana, dalam rangka pembangunan berkelanjutan.” PRB harus dipadukan dalam aspek-aspek keseharian kehidupan masyarakat termasuk dalam keadaan tidak ada bencana. Program pembangunan akan kurang berdayaguna, bahkan akan dapat memicu bencana baru yang merugikan masyarakat, apabila tanpa memasukkan aspek pertimbangan risiko bencana.


III. RENSTRADA PB DIY

Apa itu Renstrada PB DIY? Penanggulangan bencana merupakan salah satu perwujudan fungsi pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap rakyat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal, pemerintah daerah perlu memiliki rencana penanggulangan bencana yang terstruktur, sistematis dan dapat dilaksanakan dengan efektif. Rencana Strategis Daerah Penanggulangan Bencana (Renstrada PB) yang disusun Pemerintah Provinsi DIY dalam konsultasi luas dengan unsur-unsur masyarakat sipil dan para pemangku kepentingan lainnya ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan dan melaksanakan program-program dan strategi yang efektif dan efisien dalam mengurangi risiko bencana. Adanya Renstrada PB yang selanjutnya akan diikuti dengan RAD PB ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan penanggulangan dan pengurangan risiko bencana yang terpadu dan terkoordinasi dengan baik, yang tujuan akhirnya adalah membangun daya tanggap dan daya tahan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana.

Penyusunan Renstrada PB DIY ini diinisiasi oleh Bapeda Provinsi DIY dengan dibantu/difasilitasi oleh Bappenas dan UNDP ERA. Dalam penyusunan Renstrada PB DIY itu dipandu dengan prinsip-prinsip sbb: 1) Partisipatif, 2) Tranparan, 3) Akuntabel, 4) Jelas dalam tujuan, program dan kegiatan, 5) Jelas dalam mekanisme pelaksanaan, penganggaran dan waktu, dan 5) Daya dan hasil guna yang spesifik.

Sementara itu penyusunan Renstrada PB DIY ini dilakukan melalui dua tahap kegiatan, yaitu:
1. Renstra Daerah untuk Penanggulangan Bencana: Tahap ini dikerjakan oleh Tim Kerja dengan konsultasi terbatas dengan wakil-wakil pemangku kepentingan.
2. Rencana Aksi Daerah untuk Penanggulangan Bencana: Tahap ini merupakan turunan dari Renstrada, disusun oleh Tim Kerja dan konsultan dengan proses konsultasi publik yang lebih luas.

Isi dari Renstrada PB DIY ini antara lain:
1. Pendahuluan: uraian singkat PRB, konteks-manfaat Renstrada PB.
2. Profil Daerah: karakteristik sosial-ekonomi, budaya, historis dan politik daerah; profil kebencanaan daerah dari segi ancaman, kerentanan dan kapasitas secara umum (tidak terinci).
3. Visi dan Misi: visi-misi PB daerah sebagai bagian dari visi-misi pembangunan daerah.
4. Tujuan: uraian rinci tujuan kegiatan.
5. Sasaran dan Strategi: kerangka kerja atau pedoman dalam menyusun strategi dan jenis kegiatan.
6. Usulan Proses Implementasi: (i) strategi yang diusulkan, (ii) instansi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan setiap strategi, (iii) skala prioritas pelaksanaan strategi, (iv) jadwal pelaksanaan strategi dan (v) indikator keberhasilan

IV. TIM KERJA RENSTRA PB DIY

Seperti ditulis di atas, penyusunan Renstrada PB DIY ini diinisiasi oleh Bapeda Provinsi DIY dengan dibantu/difasilitasi oleh Bappenas dan UNDP ERA.

Pada tanggal 28 Maret 2007 di PSBA UGM dibentuk Tim Kecil untuk memulai kerja-kerja penyusunan Renstrada PB DIY. Tugas Tim Kecil ini adalah membuat konsep awal, mekanisme dan prinsip-prinsip penyusunan Renstrada dan Rencana Aksi Daerah (RAD) PB DIY. Anggota Tim Kecil ini antara lain:
• Pemerintah: Danang Samsurizal (Bapeda Prov DIY).
• Perguruan Tinggi: Dina Ruslanjari (PSBA UGM), Agus Hendratno (Geologi UGM), Arif (UPN).
• LSM: Sigit Widiyanto ”Gendon”(Kappala), Aris Sustiyono (Forum SUARA).
• UNDP: Banu Subagyo, Valentinus Irawan.

Pada tanggal 28 Maret 2007 itu Tim Kecil baru mendapat tambahan wawasan dan peningkatan kapasitas guna menjalankan tugas-tugasnya. Dalam pertemuan tanggal 3 April 2007 di kantor UNDP, Tim Kecil membahas mengenai bagaimana cara menyusun dan apa saja isi serta mekanisme kerja dari Renstrada dan RAD PB DIY. Sebagai hasilnya adalah konsep awal dari Draf I Renstrada PB DIY dan daftar personal untuk masuk ke dalam Tim Kerja penyusunan Renstrada dan RAD PB DIY.

Tim Kerja penyusunan Renstrada dan RAD PB DIY meruapakan kelompok yang terdiri dari orang perorangan yang ditunjuk secara resmi oleh instansi/lembaga dan/atau ditunjuk mewakili sektor. Tim Kerja dibentuk oleh Bapeda DIY melalui Surat Keputusan Kepala Bapeda Prov. DIY. Tim Kerja akan bekerja sampai dengan diterbitkannya Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana 2008 -2013.

Hasil kerja yang diharapkan akan dikeluarkan oleh Tim Kerja antara lain:
1. Perencanaan Strategis Penanggulangan Bencana DIY (3 minggu).
2. Masukan tentang penanggulangan bencana ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2008 (3 minggu).
3. Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD-PRB) 2008-2013 (3 bulan).

Selanjutnya dalam pertemuan di Wisma MM UGM tanggal 24 April 2007 berhasil dibentuk Tim Kerja penyusunan Renstrada dan RAD PB DIY. Tim Kerja ini antara lain terdiri dari unsur-unsur:
• Pemerintah: Danang Samsurizal (Bapeda Prov DIY), Aris Widodo (Dinkes DIY), Effendy Fauzi (Distrantib DIY), Benyamin Sugeha (Kadin DIY), Drs Bashiran (Dinas Pendidikan DIY), Sulistiyo (Dinsos DIY), Prijambodo (Kimpraswil), ….. (Polda DIY).
• Perguruan Tinggi: Dina Ruslanjari (PSBA UGM), Agus Hendratno (Geologi UGM), Arif (UPN), Agus Abdurrahman (CEEDEDS UII), Arif Rianto Budi Nugroho (Teknik Geologi UGM?), Akhmad Fauzi (CDS UII), Raymond Y. (Teknik Geologi?).
• LSM: Sigit Widiyanto ”Gendon” (Kappala), Aris Sustiyono (Forum SUARA), Nanang Ismuhartoyo (Walhi DIY), Tatang(Kapppala), Taslim Sudiyanto (PMI DIY), Unang Shio Peking (Forum LSM DIY).
• UNDP: Banu Subagyo, Valentinus Irawan, Verena Etty Riyaningsih.
• Pitoyo Hadi Santoso (IMA – Indonesian Marketing Association).
• Individu: Djuni Pristiyanto.

Tim Kerja Renstrada PB DIY ini mulai efektif bekerja sejak tanggal 24 April 2007. Dari tanggal 24 April hingga 11 Mei 2007, Tim Kerja telah berhasil bekerja dari sekelompok orang yang tercerai-berai dan sangat sektoral menjadi sebuah tim yang mempunyai visi misi yang sama dan dengan pola kerja yang sinergis serta saling menghargai satu sama lainnya, walaupun di dalam Tim Kerja itu sendiri perbedaan-perbedaan pendapat dan sikap sering terjadi. Selain itu Tim Kerja juga berhasil merevisi Draf Renstrada PB DIY hingga 5 (lima) kali, edisi terakhir tanggal 11 Mei 2007 adalah Draf V Renstrada PB DIY yang diharapkan akan menjadi konsep final yang kemudian dibawa ke pihak-pihak lain yang lebih luas (konsultasi publik), pemerintah daerah dan DPRD DIY.

V. PROSES PENYUSUNAN RENSTRA PB DIY

Proses penyusunan Renstrada PB DIY yang direncanakan oleh Tim Kecil adalah sbb:
1. Penyusunan Renstrada PB oleh Tim Kecil multi pemangku kepentingan (Bapeda, Perguruan Tinggi dan Perwakilan LSM): Rancangan 1.
2. Konsultasi dengan Perwakilan Masyarakat Warga yang lebih luas: Rancangan 2.
3. Perumusan Renstrada oleh tim kerja (SKPD terkait, PT, media massa, wakil masyarakat dan dunia usaha): Rancangan 3.
4. Sosialisasi Rancangan Renstrada dan konsultasi publik melalui beberapa forum pemangku kepentingan untuk jaring aspirasi
5. Finalisasi Renstrada oleh Tim Kerja.
6. Penyusunan Rencana Aksi: Tim Kerja dan konsultan
7. Finalisasi Rencana Aksi oleh SKPD dengan konsultasi pihak terkait
8. Sosialisasi RAD PRB kepada publik.

Dalam prakteknya, proses penyusunan Renstrada PB ini berbeda dengan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan, antara lain:

1. Proses orientasi kebencanaan pada tingkat pejabat pemerintah daerah Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 24 Maret 2007 di Radyo Pustaka Kepatihan dengan tema “Lokakarya Rencana Aksi Nasional dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Untuk Pengurangan Risiko Bencana Di Provinsi DIY”. Lokakarya ini menghadirkan narasumber antara lain: Setyoso Hardjowisastro, Kepala BAPEDA Propinsi DIY, “Rencana Penyusunan RAD-PRB Provinsi DIY, Risk Map/ Index, dan Rencana Pembentukan Tim Kerja Penyusunan RAD-PRB Provinsi DIY”, Dr. Puji Pujiono, “Pakar Kebijakan dan Perundangan Pengurangan Risiko Bencana UNDP/DPR-RI, ORIENTASI RUU-PB”, dan Bappenas, “Rencana Aksi Nasional Pengurangan Resiko Bencana”.

2. Pada tanggal 28 Maret 2007 diadakan pertemuan pertama untuk membicarakan proses penyusunan RAD-PRB dan langkah-langkah menggalang partisipasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan di PSBA UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas prinsip-prinsip dasar dalam penyusunan RAD PRB DIY, pembentukan Tim Kecil, dan membuat draf awal Renstra RAD PRB. Dalam pertemuan ini juga menghadirkan Dr. Puji Pujiono yang memberi tambahan wawasan dengan judul “RAD-PRB: Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana”.

3. Pada 3 April 2007 dilakukan sebuah pertemuan di kantor UNDP guna membahas:
– Tim Kecil membahas pembentukan Tim Kerja RAD PRB DIY yang berasal dari perwakilan masyarakat sipil.
– Membahas prinsip-prinsip dasar dan persyaratan wakil yang duduk sebagai anggota Tim Kerja.
– Membahas rumusan draf 1 Rensta RAD PRB DIY.

4. Pada saat Musrenbang Propinsi DIY tanggal 23 April 2007 di Hotel Garuda disampaikan juga oleh Pak Puji Pujiono mengenai pentingnya memasukkan unsur-unsur kebencanaan ke dalam kebijakan resmi pembangunan di DIY atau upaya untuk “mengarusutamakan penanggulangan bencana ke dalam pembangunan daerah”. Tema presentasi Pak Puji adalah “Penanggulangan Bencana dalam Perencanaan Pembangunan Daerah”.

5. Pada tanggal 24 April 2007 dilakukan “Lokakarya Satu Hari Tim Kerja Rencana Aksi Daerah PRB DIY” di Wisma MM UGM. Dalam kegiatan ini Dr. Puji Pujiono memberikan tambahan materi dan memfasilitasi kegiatan dengan tema, “Rencana Strategis Pengurangan Risiko Bencana Propinsi DIY”. Sementara itu tujuan kegiatan ini adalah:
– Membahas prinsip-prinsip dasar dalam penyusunan Renstra dan RAD PRB DIY.
– Pembentukan Tim Kerja RAD PRB DIY
– Membahas draf kedua Renstra RAD PRB

6. Pada tanggal 1 Mei 2007 diadakan “Lokakarya Satu Hari Tim Kerja Rencana Aksi Daerah PRB DIY” di UII Cik Di Tiro. Tujuan kegiatan ini adalah:
– Membentuk Tim Kerja RAD PRB DIY.
– Membahas draf ketiga Renstra RAD PRB DIY.
– Presentasi mekanisme perencanaan program dan anggaran oleh Bappeda DIY
Sampai pada pertemuan itu Tim Kerja RAD PRB DIY belum dapat secara resmi dibentuk (melalui SK Kepala Bappeda DIY), namun walau demikian para anggota Tim Kerja yang sudah ikut pertemuan tanggal 24 Maret 2007 di Wisma MM UGM terus bekerja sesuai dengan tujuan dibentuknya Tim Kerja itu tidak peduli apakah sudah resmi dibentuk atau belum.

7. Pada tanggal 3 – 4 Mei 2007 dilakukan pertemuan terfokus Tim Kerja di Hotel Puri Asri Magelang guna membahas dan meninjau ulang hasil-hasil kerja yang telah dicapai selama ini. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pak Puji yang menjernihkan beberapa konsep dasar dan memberikan tambahan wawasan serta pengalaman dalam hal penanggulangan bencana. Di dalam pertemuan ini juga disepakati untuk menggunakan istilah “penanggulangan bencana – PB” dari pada “pengurangan risiko bencana – PRB”. Hal ini disebabkan telah diundangkannya secara resmi UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Di dalam undang-undang itu pengertian penanggulangan bencana meliputi sebelum bencana, saat terjadi bencana dan setelah terjadi bencana. Oleh karena itu nama Tim Kerja Renstrada PB DIY dan keluarannya adalah Renstrada PB DIY.

8. Sebagai kelanjutan pertemuan di Puri Asri di atas adalah pembahasan Renstrada di kantor Cipta Karya, Kimpraswil Bumijo Yogyakarta pada tanggal 9 Mei 2007. Pertemuan kali ini membahas hal-hal yang belum jelas pada pertemuan sebelumnya dan merumuskan rumusan Renstrada, yang sebagai hasilnya adalah rumusan Renstrada PB DIY versi ke-4.

9. Sebagai langkah akhir perumusan Renstrada ini adalah pertemuan pada tanggal 11 Mei 2007 di Wisma MM UGM. Dalam pertemuan ini rumusan Draf IV Renstrada PB DIY dibahas lagi dan tindak lanjut seperti apa guna “menggolkan” rumusan ini ke dalam kebijakan pemerintah daerah di DIY. Sebagai hasil pertemuan ini adalah Draf V Renstrada PB DIY dan jadwal tindak lanjut untuk agenda tahap selanjutnya.

10. Tanggal 12 Mei 2007 di kantor Bappeda DIY dilakukan revisi akhir yang meliputi tampilan rumusan, daftar istilah dan tata bahasa rumusan. Sebagai hasil akhir adalah rumusan final Renstrada PB DIY 2008 -2013 yang siap dibawa kepada pihak-pihak lain, seperti kepala-kepala dinas/badan di lingkungan pemerintah daerah di DIY, DPRD, lembaga-lembaga non pemerintah – baik lokal maupun internasional, perguruan tinggi, dan lain-lain.

VI. HASIL-HASIL RENSTRA PB DIY

Hasil utama dari Tim Kerja penyusunan Renstra PB DIY ini adalah:
1. Draf V Rencana Strategis Daerah Penanggulangan Bencana (Renstrada PB) DIY.
2. Program Prioritas Renstrada PB DIY.

VII. TINDAK LANJUT

1. Mei 2007 Kantor Bapeda DIY
Tim Kerja menyerahkan hasil-hasil penyusunan Renstra PB DIY kepada Kepala Bapeda DIY.

2. Mei 2007
Presentasi Renstra PB DIY oleh Tim Kerja di depan kepala-kepala dinas di lingkungan pemda DIY (yang mengundang Bapeda DIY).

3. Mei 2007
Presentasi Renstra PB DIY oleh Tim Kerja di DPRD DIY. Bila perlu ada uraian tentang UU No. 24/2007 ttg PB dan pengurangan risiko bencana.

4. 16 Mei 2007 Kampus UPN Veeran
Pertemuan Tim Kerja dengan pihak-pihak lain (perguruan tinggi, LSM lokal, LSM internasional) membahas Renstra dan RAD PB DIY.

5. 24 Mei 2007
Diskusi (FGD) Renstra PB DIY oleh Tim Kerja dengan media massa (media cetak, media elektronik). BID sebagai pengundang acara ini.

6. Mei 2007
Pelatihan untuk fasilitatator pengurangan risiko bencana. Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan para personal yang dapat melakukan fasilitasi kegiatan pengurangan risiko bencana di tingkat kabupaten/kota.

VIII. PELAJARAN PENTING

Pelajaran apa yang bisa dipetik dari proses penyusunan Renstrada PB DIY tersebut? Banyak hikmah yang dapat diperoleh dari waktu singkat penyusunan ini, antara lain:

• Isu kebencanaan adalah sebuah isu yang baru bagi sebagian besar orang di Yogyakarta. Di kalangan pejabat pemerintah daerah dan DPRD wacana dan perspektif kebencanaan baru mulai dipelajari setelah gempa bumi mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 lalu. Hal ini tampak dan terasa sekali saat proses penyusunan Renstrada PB DIY ini, bahwa wawasan dan perspektif kebencanaan di kalangan pejabat pemerintah daerah dan DPRD masih sangatlah kurang. Wawasan dan perspektif kebencanaan sangat penting artinya dalam penyusunan kebijakan yang berdampak besar pada peri kehidupan warga masyarakat di Yogyakarta dan sekitar.

• Salah satu prinsip penyusunan Renstrada PB DIY adalah terlibatnya berbagai unsur masyarakat sipil di dalamnya. Tim Kerja Renstrada PB DIY terdiri dari unsur pemda DIY, perguruan tinggi, bisnis, dan LSM. Tentu saja sebuah tim kerja yang terdiri dari berbagai unsur yang berbeda ini akan menjadi kontraproduktif bila masing-masing pihak/orang tetap pada paradigma dan sikap masing-masing yang sangat sektoral. Setelah terjadi suatu proses yang membebaskan yang difasilitasi oleh Pak Puji Pujiono, maka Tim Kerja Renstrada PB DIY ini dapat menjadi sebuah tim yang bekerja untuk satu tujuan, berbagi, bercanda dan bersinergi secara bersama. Hasil kerja tim ini cukup luar biasa, yaitu dapat menghasilkan naskah Renstrada PB DIY hingga 5 kali revisi (dari tanggal 24 April – 11 Mei 2007).

• Isu penanggulangan bencana (PB) dan pengurangan risiko bencana (PRB) adalah isu yang baru bagi sebagian besar anggota Tim Kerja Renstrada PB DIY itu. Namun demikian, kekurangtahuan ini dapat diatasi oleh para anggota di dalam Tim Kerja dengan semangat besar dan antusiasme untuk belajar mengenai isu kebencanaan dan hal-hal yang terkait dengannya.

• Para anggota Tim Kerja Renstrada PB DIY bekerja untuk melaksanakan tugasnya, yaitu menyusun Renstrada dan RAD PB DIY, dan juga menyiapkan diri agar dapat melakukan fasilitasi kegiatan yang sama di tingkat kabupaten/kota di Yogyakarta. Ini proses yang menuntut ekstra kerja keras untuk belajar sesuatu yang baru, bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang sangat berbeda latar belakang dan profesi, serta menjalankan sesuatu yang belum ada sebelumnya. Hal ini seperti “mendayung perahu, memperbaiki bagian-bagian perahu yang rusak, melakukan penentuan arah tujuan agar tidak tersesat, serta memberi komando kepada orang lain agar tetap mendayung perahu dengan tujuan yang sama.”

• Proses konsultasi publik penyusunan Renstrada PB DIY ini juga melibatkan komunitas yang terdaftar di milis-milis di internet. Milis adalah komunitas maya (internet) yang mempunyai anggota dari berbagai belahan dunia dan latar belakang yang berbeda, tapi mempunyai tujuan yang kurang lebih sama dengan tujuan diadakannya milis tersebut. Ada empat milis yang terlibat, yaitu Milis Suara Korban Bencana, Milis Rembug Kemanusiaan, Milis Peduli Bencana dan Milis Lingkungan.

• Di Indonesia, proses penyusunan Renstrada PB – baik di tingkat provinsi atau pun kabupaten/kota tidaklah bisa menyamai apa yang telah dihasilkan oleh Tim Kerja Renstrada PB DIY tersebut. Mungkin baru inilah satu-satunya hasil kerja yang bisa melibatkan banyak pihak secara partisipatif, harmonis dan dalam waktu yang singkat, yaitu dengan menghasilkan dokumen untuk pengurangan risiko bencana di tingkat provinsi yang selanjutnya akan diteruskan dengan penyusunan dokumen yang sama pada tingkat kabupaten/kota di Yogyakarta.

IX. CATATAN

Proses Renstrada PB DIY ini belum selesai, masih panjang jalan yang ditempuh seperti konsultasi publik kepada forum yang lebih luas dan beragam latar belakang, pertemuan dengan para kepala dinas/badan di lingkungan pemrintah daerah DIY, dan lain-lain. Dengan semangat kebersamaan, keterbukaan dan sinergi berbagai pihak, maka ancaman dan risiko bahaya bencana akan dapat diminimalisir. Semoga suatu masyarakat Yogyakarta yang aman dari bencana dapat tercapai.

# Anggota Tim Kerja Renstrada PB DIY.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: