Ringkasan diskusi Code of Conducts tgl 12 – 14 April 2007

Kawan-kawan peminat diskusi CODE OF CONDUCTS (CoC),

Diskusi CoC sudah mulai bergulir di Milis Suara Korban Bencana dan Milis Rembug Kemanusiaan. Perlu diketahui selalu bahwa diskusi ini tidak dimulai dari nol atau ruang hampa. Kawan-kawan Jogja sudah menghasilkan Draf Code of Conducts yg berhasilkan dirumuskan pada bulan September – Oktober 2006 (lihat email: DISKUSI CODE OF CONDUCTS: Bahan diskusi 1). Situasi dan kondisi penanganan bencana yg terjadi di Indonesia juga menimbulkan wacana dan perdebatan yg keras dan panjang di kalangan para pekerja kemanusiaan dan aktivis LSM. Dan tentu saja, jauh sebelum ini menurut penuturan Pak Meth, telah terjadi diskusi-diskusi dan keluaran mengenai CoC (kode etik) bagi kalangan aktivis LSM (lihat email Pak Meth tgl 13 April 2007 di Milis Rembug).

Di tingkat internasional diskusi dan keluaran ttg CoC sudah banyak terjadi dan memunculkan kesepakatan-kesepakatan serta tindak-lanjutnya dalam aksi-aksi nyata. Dokumen penting mengenai hal ini yg sering jadi acuan bagi pekerja kemanusiaan adalah (lihat email : DISKUSI CODE OF CONDUCTS: Bahan diskusi 2 – 8)
# Kode Perilaku Untuk Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dan Organisasi Non-Pemerintah (ORNOP) dalam Bantuan Respons Bencana
# PROYEK SPHERE, Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respon Bencana
# Prinsip-prinsip Panduan bagi Pengungsian Internal (akan saya kirim kemudian ke milis)

Oh ya, dokumen CoC dalam bukunya Zaim Saidi yg berjudul “Secangkir Kopi Max Havelaar: LSM dan Kebangkitan Masyarakat” (Jakarta: Gramedia, 1995), yaitu “Tata Krama Internasional LSM”, “Pedoman Perilaku (Kode Etik) Kemitraan LSM” penting juga utk diperhatikan (masih diusahakan utk dijadikan file elektronik agar dpt dikirim ke milis).

Bahan-bahan CoC di atas menjadi bahan dasar utk diskusi dan rumusan CoC yg akan kita bikin bersama sekarang ini. Dari tanggapan kawan-kawan atas topik diskusi ini, maka beberapa hal yg dapat saya rangkum antara lain:

1. Apa itu CODE OF CONDUCTS?

# Code of Conduct merupakan suatu rumusan bersama tentang tatacara dan aturan main dalam melakukan kerja-kerja, baik sosial, politik, ekonomi dan budaya, dimana landasan dasarnya adalah nilai-nilai etika dan moralitas dari masing-masing stakeholder yang terlibat merumuskan hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung (Syarief Aryfaid).

# Code of conduct tak ubahnya sebuah “kode etik” yang biasa kita ketahui dimiliki oleh sebuah asosiasi (biasanya terkait profesi atau institusi
terbatas) untuk menjadi panduan-prilaku siapa saja yang memang bisa “diatur/dibatasi” oleh asosiasi/institusi tersebut (anggota asosiasi/institusi). Memberi panduan-prilaku berarti memberi juga petunjuk apa yang menjadi prinsip-prinsip dasar (normatif dan konvensional) dan apa yang menjadi harapannya. Sifatnya non-legislatif, artinya lebih sebagai sebuah “code of practice” yang bersifat voluntary. (Ninil R MiftahulJannah)

2. Apa tujuan dibuatnya CODE OF CONDUCTS?

# Menjadi panduan-prilaku siapa saja yang memang bisa “diatur/dibatasi” oleh asosiasi/institusi tersebut (anggota asosiasi/institusi). (Ninil R MiftahulJannah)

# Memberi juga petunjuk apa yang menjadi prinsip-prinsip dasar (normatif dan konvensional) dan apa yang menjadi harapannya. (Ninil R MiftahulJannah)

# Menjadi panduan bertindak, maka semua elemen, harus mematuhinya, dengan catatan bahwa substansi dari C of C tersebut tidak menghambat kerja dan kreativitas suatu lembaga atau elemen. (Syarief Aryfaid)

# Menjadi landasan moral bagi kita semua termasuk pemerintah dan juga NGO internasional, agar jangan sampai-kerja-kerja sosial kemanusiaan ini ternodahkan oleh kompetisi yang tidak sehat dengan saling mengkalim, mengkapling atau bahkan saling menuding. (Syarief Aryfaid)

# Menjadi panduan konsep dan tindak bagi Masyarakat Sipil Yogyakarta dan Jawa Tengah, yang diharapkan mengikat secara moral dan aturan hak asasi manusia, bagi aktor-aktor lain seperti pemerintah dan aparatnya, swasta bisnis, lembaga akademisi, kaum intelektual, media massa dan lembaga kontrol sosial lainnya, dan budayawan serta kesenian. (Hasil diskusi di KKY, Diskusi Kelompok I + II, tanggal ….. 2006).

3. Apa ruang lingkup CODE OF CONDUCTS? a. Waktu

# Waktu sekarang?; maka C of C ini dapat difungsikan pada wilayah kerja koordinasi, konsolidasi dan pembagian peran yang profesional dan proporsional bagi semua lembaga yang berperan serta dalam penanganan warga korban bencana Jogja-Klaten, dimana interaksi dan komunikasi yang dialektika sosial didasari atas koorporasi (?) [mungkin yg dimaksud Arief adalah kooperasi atau kerja sama] jejaring sosial kemanusiaan , bukan dikotomi “besar dan kecil” “kaya dan miskin” lokal dan internasional” , “pemerintah dan non pemerintah”apalagi sampai pada dikotomi ideologi. Sedangkan yang akan datang; bahwa C of C ini dapat menjadi rolef of game yang dikonversikan menjadi role of law bagi semua pihak baik NGO maupun pemerintah pada level nasional, tentu saya tidak menggunakan prinsip uniformitas (penyeragaman c of c). (Syarief Aryfaid)

# Merubah masyarakat dari obyek jadi subyek harus diakui sebagai sebuah proses yang tidak pendek. Pembelajaran dan penyadaran perlu, terutama banyak tokoh yang bisa bicara dalam masyarakat hasil didikan Orde Baru yang paternalistik. Ukuran perubahan masyarakat bukan pada hasil an sich, tapi proses. (Hasil diskusi di KKY, Diskusi Kelompok I + II, tanggal ….. 2006).

3. Apa ruang lingkup CODE OF CONDUCTS? b. Ruang

# Ruang lingkupnya lokal dan nasional dengan kriteria persoalan, bisa sosial, ekonomi, politik dll. Akan tetapi pada moment ini kita bisa membatasi ruang lingkup pada level kerja-kerja sosial kemanusiaan, khususnya masalah penanggulangan dan penanganan pasca bencana di Jogja dan Klaten. (Syarief Aryfaid)

# Seluruh konsepsi dan tindakan rehabilitasi dan rekonstruksi post gempa … (Hasil diskusi di KKY, Diskusi Kelompok I + II, tanggal ….. 2006). ==> secara implisit lingkupnya hanya di Jogja dan Jateng paska gempa 27 Mei 2006.

3. Apa ruang lingkup CODE OF CONDUCTS? c. Aktor

# Menjadi panduan-prilaku siapa saja yang memang bisa “diatur/dibatasi” oleh asosiasi/institusi tersebut (anggota asosiasi/institusi). (Ninil R MiftahulJannah)

# C of C bila dijadikan sebagai panduan bertindak, maka semua elemen, harus mematuhinya, dengan catatan bahwa substansi dari C of C tersebut tidak menghambat kerja dan kreativitas suatu lembaga atau elemen. (Syarief Aryfaid) ==> ini termasuk pekerja sosial kemanusiaan, pemerintah, LSM internasional.

# Masyarakat Sipil Yogyakarta (ornop/ LSM, organisasi rakyat, kelompok masyarakat, maupun individu yang concern). (Hasil diskusi di KKY, Diskusi Kelompok I + II, tanggal ….. 2006).

# Mengikat secara moral dan aturan hak asasi manusia, bagi aktor-aktor lain seperti pemerintah dan aparatnya, swasta bisnis, lembaga akademisi, kaum intelektual, media massa dan lembaga kontrol sosial lainnya, dan budayawan serta kesenian. (Hasil diskusi di KKY, Diskusi Kelompok I + II, tanggal ….. 2006).

4. Pelanggararan thd CODE OF CONDUCTS? a. Bila terjadi pelanggaran CoC:

# C of C bila dijadikan sebagai panduan bertindak, maka semua elemen, harus mematuhinya, dengan catatan bahwa substansi dari C of C tersebut tidak menghambat kerja dan kreativitas suatu lembaga atau elemen. Dan bila terjadi pelanggaran, maka harus ada komunikasi sosial antar elemen dan bisa jadi komunikasi sosial tersebut dikonversikan menjadi sanksi sosial. (Syarief Aryfaid)

4. Pelanggararan thd CODE OF CONDUCTS? b. Aktor penegak aturan bila terjadi pelanggaran CoC:

# Yang akan menegakan aturan tersebut agar sesuai dengan panduan C of C tersebut adalah masing-masing lembaga, dan atau semua lembaga yang telah berkomitmen dengan nilai-nilai etika dan moralitas dalam melakukan kerja-kerja sosial kemanusiaan. (Syarief Aryfaid)

4. Pelanggararan thd CODE OF CONDUCTS? c. Sanksi kepada pelanggar aturan CoC:

# Sanksi sosial dan moralitas. (Syarief Aryfaid)

5. Prinsip-prinsip Dasar CoC

# Prinsip-prinsip dasar Hasil diskusi di KKY, Diskusi Kelompok I + II, tanggal ….. 2006:
– Panduan konsep dan tindak
– Mengikat secara moral dan aturan hak asasi manusia
– Berpihak dan berspektif rakyat korban yang dibantu untuk menjadi mandiri berkelanjutan.
– Dihindarkan dari kemungkinan menciptakan konflik dan kecemburuan sosial
– Memberikan semangat kepedulian pada yang lemah dan semangat bergotong-royong.
– Mengutamakan tindakan nyata bagi korban daripada omong dan janji.
– Mengakui bahwa sebelum gempa persoalan keadilan dan kemakmuran sudah ada dalam masyarakat, maka penyelesaian yang bertolak dari akar permasalahan harus diutamakan.
– Meninggalkan cara-cara simbol-simbol kekuasaan, sehingga lebih menukik kepada cara-cara kebutuhan konkrit.
mengutamakan peran korban sebagai aktor utama.
– Seluruh konsepsi dan tindakan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pengumpulan data, haruslah “taren” dan dibicarakan dengan masyarakat korban.
– Mendayagunakan sebanyak mungkin sumber daya, manusia dan kearifan lokal yang ada dan potential dalam masyarakat.
– Merubah masyarakat dari obyek jadi subyek harus diakui sebagai sebuah proses yang tidak pendek. Pembelajaran dan penyadaran perlu, terutama banyak tokoh yang bisa bicara dalam masyarakat hasil didikan Orde Baru yang paternalistik. Ukuran perubahan masyarakat bukan pada hasil an sich, tapi proses.
– Komitmen rakyat mandiri dan swadaya harus pula dipunyai oleh lembaga-lembaga yang unique dan dapat mulai dari apa yang punya. Tidak perlu “konsolidasi”, “koordinasi”, dipaksakan sebagai sesuatu yang ideal sampai tingkat praktis. Esensi kita dari konsolidasinya adalah untuk kerja bareng-bareng, tidak saling tumpang tindih. Forum itulah fungsi utamanya.

Demikian ringkasan yg berhasil saya rangkum dari bahan-bahan yg telah kita buat dulu dan tanggapan-tanggapan yg masuk ke milis. Bila ada tambahan dan pengurangan dan revisi lainnya silahkan dilontarkan ke milis.

Semoga berguna. Tengkyu peri2 mat atas partisipasi aktifnya.

salam,
djuni

—————————————————————-
At 12:34 12/04/2007, Djuni Pristiyanto wrote:
Kawan-kawan peminat diskusi CODE OF CONDUCTS,

Agar proses diskusi kita menjadi terarah, maka ada beberapa pertanyaan yg saya ajukan yg mungkin bisa menjadi panduan kita bersama. Pertanyaan-pertanyaan ini antara lain:

1. Apa itu CODE OF CONDUCTS?

2. Apa tujuan dibuatnya CODE OF CONDUCTS?

3. Apa ruang lingkup CODE OF CONDUCTS?

a. Waktu: sekarang?, yang akan datang?

b. Ruang: lokal?, daerah?, nasional?, regional?, internasional?, universal?

c. Aktor: pekerja kemanusiaan?, aktivis NGO?, pemerintah daerah?, pemerintah pusat?, perusahaan? lembaga-lembaga kemanusiaan/NGO? dll

4. Bila CODE OF CONDUCTS ini dapat dianggap sebagai sebuah panduan bertindak, maka:

a. apa yg akan terjadi bila ada pelanggaran terhadap panduan bertindak tersebut?

b. siapa yang akan “menegakkan aturan” agar sesuai dengan panduan bertindak itu?

c. Apa sanksi bagi pelanggar panduan bertindak itu?

Demikian daftar pertanyaan utk bantu diskusi. Namun demikian tidak menutup kemungkinan bila kawan-kawan ada yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain. Selain itu bila ada bahan-bahan yg mungkin dapat menambah wawasan bersama mohon agar di-sharing dalam forum ini.

Tengkyu peri2 mat. Semoga berguna.

salam,
djuni
moderator diskusi code of conducts

3 Balasan ke Ringkasan diskusi Code of Conducts tgl 12 – 14 April 2007

  1. danangsamsu mengatakan:

    mantap bener bang djuni ini,
    sungguh suatu anugerah berkenalan dgn anda
    mendapatkan bermacam informasi yang berguna
    thanks

  2. Valentinus Irawan mengatakan:

    Good work Djuni. Terima kasih atas partisipasi dan kerja keras bung Djuni dalam upaya pengurangan risiko bencana di DIY. Keep on the good work pal!

  3. djuni mengatakan:

    tengkyu peri mat kawan2. ditunggu partisipasinya utk memasukkan berita, info, data dll ya. djuni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: