Panduan Perilaku Masyarakat Sipil Mindanao

Panduan Perilaku Masyarakat Sipil Mindanao
(dlm konteks bencana konflik)

Kami masyarakat sipil Mindanao, dengan ini menyatakan panduan perilaku kami sebagai berikut:

1. Kami senantiasa meletakkan dorongan kemanusiaan sebagai pertimbangan utama dalam setiap pekerjaan.

2. Kami memberikan bantuan tanpa memandang ras, suku dan bahasa, agama dan berbagai atribut pembeda lainnya. Prioritas kerja kami semata-mata kami dasarkan pada kebutuhan dan hak masyarakat.

3. Kami tidak menggunakan bantuan untuk menunjang kepentingan posisi politik ataupun keagamaan.

4. Kami tidak menjadi piranti kebijakan pemerintah ataupun pihak-pihak yang bersengketa selama hal itu tidak searah dengan pertimbangan kemanusiaan.

5. Kami senantiasa menghargai budaya, tradisi, adat dan kepercayaan.

6. Manakala melaksanakan respons bencana, kami senantiasa mempertimbangkan pentingnya pengurangan kerentanan dan penguatan kapasitas dan kapabilitas masyarakat untuk mengelola risiko bencana.

7. Sejauh memungkinkan kami senantiasa melibatkan masyarakat yang kami layani dalam pengelolaan bantuan.

8. Dalam kegiatan-kegiatan informasi, penerbitan dan advokasi kami senantiasa mencerminkan masyarakat terkena bencana sebagai manusia-manusia yang bermartabat – bukannya obyek yang tanpa daya – dan yang hak-haknya musti dijunjung tinggi setiap saat.

9 Keberadaan, pekerjaan, dan bantuan kami tidak boleh menyebabkan kecederaan terhadap, atau memperpanjang penderitaan, masyarakat yang kami upayakan untuk kami layani.

10. Kami senanatiasa mengkoordinasikan upaya-upaya kami demi manfaat dan kemaslahatan yang seluas-luasnya.

11. Kami senantiasa mempertimbangkan aspek jender dan memberikan perhatian khusus terhadap kelompok-kelompok rentan.

12. Kami menganggap diri kami akuntabel baik kepada masyarakat yagn kami bantu dan kepada donor.

13. Kami senantiasa memperlakukan relawan sebagai bagian tidak terpisahkan dari kerja kami.

14. Kami senantiasa komit untuk membuat dan setia terhadap penerapan strategi pengakhiran (exit strategy).

15. Kami memahami peran kami sebagai pelengkap dari kewajiban utama pemerintah dalam penanggulangan bencana.

Catatan: sumber dari Puji Pujiono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: