Takut Tsunami, Warga NTT Mengungsi

Takut Tsunami, Warga NTT Mengungsi

BELU, NTT, RABU – Ratusan warga dari beberapa desa di kawasan selatan Kabupaten Belu, NTT berbondong-bondong mengungsi sambil membawa harta benda mereka ke lokasi desa-desa tetangga yang datarannya lebih tinggi karena takut diterjang gelombang tsunami, sebagaimana kabar yang tersebar sejak beberapa hari lalu.

Sejak pagi tampak puluhan truk, sepeda motor, bahkan gerobak digunakan untuk mengangkut warga Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Belu, NTT menuju ke lokasi yang dinilai lebih aman dari tsunami. “Kami takut mati, tidak ingin seperti di Aceh,” kata Herman, warga desa Maktihan sambil menggendong dua anaknya yang masih balita.

Dia menyatakan pengungsian warga dari desa Maktihan ke desa Wesey diputuskan setelah mereka berembug malam sebelumnya, apalagi mereka melihat gelombang laut di pantai cenderung bertambah tinggi.

Rumah-rumah di desa Maktihan dan beberapa desa yang lain mulai kosong dan warganya sebagian besar sudah mengungsi ke desa-desa tetangga. Di Kecamatan Kobalima serta Kecamatan Malaka Barat yang langsung berbatasan dengan laut, situasi yang sama juga terjadi.

Rumah-rumah kampung nelayan di tepi pantai sekarang sudah kosong karena ditinggal penghuninya sejak tadi pagi. Tidak cuma warga biasa yang memilih mengungsi, pengusaha setempat juga mengosongkan gudangnya setelah terlebih dahulu mengungsikan para karyawan ke tempat yang lebih aman.

Namun Bupati Belu Joachim Lopez yang dihubungi secara terpisah menyatakan isu adanya tsunami tidak benar sama sekali karena hingga kini pihaknya belum mendapatkan keterangan apapun baik resmi maupun lisan dari dari berbagai instansi ataupun pihak lain yang berwenang. “Waspada itu penting dan harus tapi jangan sampai termakan isu. Apalagi isu ini tidak bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Joachim mengatakan jika ada bencana alam tsunami di Kabupaten itu, maka berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi kerugian telah dilakukan dan disosialisasikan. “Di antaranya masyarakat di pinggir pantai memang diharapkan bisa segera menyelamatkan ke tempat yang lebih tinggi. Tapi sekarang tidak usah sampai begitu lah karena yang menentukan bencana itu terjadi atau tidak meski sudah ada tehnologi ke arah itu, cuma Tuhan sebagai pemilik alam,” katanya.

Dia menyesalkan pihak-pihak yang sengaja atau tidak turut menyebarkan kabar bahwa persis tanggal 7 Juni 2007 besok akan terjadi tsunami di Kabupaten Belu. “Darimana dan bagaimana caranya mereka bisa menentukan persis tanggal 7. Badan yang berwenang belum menginformasikan apapun kepada kami,” kata Joachim.

http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0706/06/153858.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: