70 Rumah Rusak di Kalsel dan Kerinci

70 Rumah Rusak di Kalsel dan Kerinci

Banjarmasin, Kompas – Angin puting beliung secara bersamaan menghantam Banjarmasin dan Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Selasa (5/6) sore. Tercatat 40 rumah, rumah toko, dan bangunan perkantoran rusak parah akibat bencana ini.

Sehari sebelumnya, angin puting beliung juga menerjang sedikitnya 30 rumah di Desa Gunung Labu, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Hingga Selasa kemarin, 105 jiwa mengungsi di rumah tetangga dan tenda pengungsian.

Meski tidak ada korban jiwa, puting beliung di Kalsel menyebabkan empat rumah roboh. Pemantauan Kompas, kerusakan rumah dan toko serta perkantoran pemerintah terjadi di beberapa kawasan permukiman di Jalan Pramuka, seperti di Perumahan Dharma Tirta, Kayu Manis, Sari Manis, dan Kompleks Bersama. Sejumlah rumah tampak terlepas atapnya.

Selain merusak atau merobohkan rumah, sejumlah pohon terlihat patah atau tumbang. Sebagian aliran listrik di daerah itu juga mati akibat jaringan listrik putus tertimpa pohon atau diterjang atap rumah yang beterbangan tak beraturan dibawa angin kencang.

Di Banjarbaru, sekitar 20 rumah warga di Kelurahan Ulin Barat, Kecamatan Landasan Ulin, rusak parah disapu angin. Selain pepohonan, 23 tiang listrik patah. “Kerugian akibat tumbangnya puluhan tiang listrik ini mencapai Rp 250 juta,” kata Kepala PT PLN Ranting Banjarbaru Mochtar.

Di Jambi

Di Jambi, angin puting beliung menerjang Desa Gunung Labu, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Musibah terjadi Senin sore sekitar pukul 16.00. Saat itu terdengar suara gemuruh, lalu tiba-tiba angin kencang berputar-putar menerjang rumah penduduk. Atap-atap rumah pun beterbangan. Bersamaan dengan meredanya angin, hujan deras turun. Sebagian warga yang masih di sawah bergegas pulang dan panik melihat rumah mereka rusak.

“Masyarakat berteriak histeris menyaksikan atap rumahnya lepas dihantam puting beliung disusul hujan lebat,” kata Kepala Desa Gunung Labu Sukimin.

Dari 30 rumah yang rusak, 13 rusak berat, 9 rusak sedang, dan 18 rusak ringan. Seorang warga, Arisman, bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit Kayo Aro karena mengalami trauma pascabencana tersebut.

Sukimin mengatakan, jumlah korban mencapai 105 jiwa. Para korban yang rumahnya rusak mengungsi ke rumah saudara-saudaranya, sedangkan sebagian lainnya di tenda pengungsian yang baru didirikan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Hingga Selasa sore, cuaca masih buruk. Hujan turun sepanjang hari kemarin. (ful/ita)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/06/daerah/3583517.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: