BANTUAN GEMPA TAHAP II ; Namanya Dicoret, Warga Protes

BANTUAN GEMPA TAHAP II ; Namanya Dicoret, Warga Protes

KLATEN (KR) – Sejumlah warga korban gempa dari Desa Jogoprayan, Kecamatan Kalikotes dan Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, yang namanya dicoret pada penerimaan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi tahap II mendatangi kantor Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) II di Sungkur, Klaten Tengah, Selasa (5/6). Mereka minta tetap diberi bantuan pada tahap II serta mempertanyakan alasan dicoretnya nama-nama mereka.

Prapto (57) mengemukakan pada tahap pertama ia mendapatkan bantuan bagi rumahnya yang rusak berat, namun pada tahap awal itu uang tidak diterima utuh, yakni hanya Rp 3,9 juta. Tanpa diberitahu alasan yang jelas tiba-tiba pada penerimaan tahap II namanya dicoret.

Pencoretan nama itu diduga hanya karena faktor suka dan tidak suka oleh pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat Perumahan (KSMP). Juga terdapat beberapa penyimpangan dalam pencairan dana. Antara lain bagi warga penerima yang tidak memiliki sertifikat dipungut Rp 200 ribu per orang dan yang punya sertifikat Rp 100 ribu. Selain itu juga harus membayar biaya pemotretan Rp 15 ribu.

Keluhan serupa juga dikatakan oleh Sutarjo (45) dari Ponalan, Jogoprayan. Ia juga termasuk yang dicoret pada tahap II, padahal rumahnya benar-benar rusak berat, sehingga ia harus mencari pinjaman untuk membangun kembali rumah tersebut.

Rp 500 Ribu

Bantuan dana tahap II di Jogoprayan tersebut sudah dicairkan 25 Mei lalu. Ketika itu Sutarjo menanyakan alasan pencoretan namanya. Oleh KSMP akhirnya akan diberikan Rp 500 ribu, namun ditolak Sutarjo. Selanjutnya ia juga menanyakan ke kepala desa, namun semuanya tidak memberikan jawaban memuaskan. Sehubungan hal itu bersama dengan sejumlah warga lain yang namanya juga dicoret, kemarin mendatangi kantor KMW. Ternyata mereka juga tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Bahkan warga yang namanya dicoret itu menilai KMW tidak menguasai permasalahan dan tidak langsung melakukan cek ke lapangan.

Warga juga kecewa, mereka yang rumahnya nyata-nyata rusak berat justru dicoret, tetapi warga yang rumahnya sama sekali tidak rusak atau hanya rusak ringan masih tetap diberi bantuan.

Ny Dono Dwi Jayanto dari Kalitengah, Wedi kemarin juga mendesak KMW untuk memberikan bantuan atas rumahnya yang tidak layak huni. Ny Dono mengatakan kalau namanya sudah masuk anggota KSMP, namun tiba-tiba bantuan ditunda dan hingga sekarang tidak diberi.

Salah seorang personal di KMW II, Ir Diarna Isfan Diary mengemukakan, kedatangan warga itu hanya untuk klarifikasi. Tentang pencoretan nama, menurut Diarna juga melibatkan para petugas di desa seperti kepala desa dan tokoh masyarakat. Ia mengaku kalau KMW juga terjun langsung ke lapangan dan memberikan sosialisasi. (Sit)-m

http://222.124.164.132/article.php?sid=125894

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: