BANTUAN REKONSTRUKSI RUMAH SEDANG; Pemkab Bantul Tawarkan 2 Pilihan untuk Warga

BANTUAN REKONSTRUKSI RUMAH SEDANG; Pemkab Bantul Tawarkan 2 Pilihan untuk Warga

BANTUL (KR) – Untuk pencairan dana rekonstruksi rumah rusak sedang akhirnya Pemkab Bantul menawarkan dua opsi yang harus dipilih warga paling lambat pertengahan bulan ini. Opsi pertama, sistem ‘Bagita’ namun warga tidak mendapatkan utuh Rp 4 juta per KK. Sedang opsi kedua dilakukan proses verifikasi sehingga jumlah penerima bantuan berdasarkan data yang telah dikunci sekitar 32 ribu KK. Padahal data riil rumah rusak sedang di Bantul mencapai lebih dari 47 ribu KK.

Demikian disampaikan Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi, usai rapat koordinasi dengan lurah, camat dan jajaran terkait tentang pencairan dana rekonstruksi rumah rusak sedang, di Parasamnya Bantul, Selasa (5/6).

Diakuinya, pendataan awal memang tidak sempurna sehingga menimbulkan perubahan data. Namun hal itu bukan salah warga maupun petugas karena saat dilakukan pendataan dalam kondisi darurat. Sampai saat ini data rusak sedang bertambah lebih dari 9 ribu KK dan data rusak ringan berkurang hingga 15 ribu KK.

“Karena ada selisih data maka untuk rumah rusak sedang kami menawarkan 2 opsi. Masing-masing opsi ada konsekuensinya, dengan bagita warga hanya mendapat sekitar Rp 3 juta namun ada kepastian bisa segera cair. Tapi jika tidak sepaham terpaksa diverifikasi sehingga risikonya pencairan akan mundur. Bahkan, dalam waktu setahun ini belum tentu selesai,” tandasnya.

Usai rapat koordinasi, camat dan lurah harus segera menyosialisasikan pada warga. Dalam sosialisasi itu harus menghadirkan 47 ribu KK yang masuk data calon penerima dana sehingga keputusan yang diambil adalah murni kedaulatan warga. Bahkan, jika camat tidak hadir dalam pertemuan itu, ia tidak segan-segan untuk memberi saknsi hingga pemecatan sekalipun.

Setelah warga menetukan pilihan dan jika memilih sistem Bagita akan diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup). Sebab, nantinya camat dan lurah yang akan memback up pencairan model ini sehingga mereka membutuhkan peraturan yang kuat untuk meminimalisasi terjadinya penyelewengan. Pemkab Bantul juga akan segera mengkomunikasikan pada pihak Bank BPD Bantul.

“Ini bukan pemotongan tapi keikhlasan warga untuk memberikan pada warga yang tidak menerima. Sebanyak 37 ribu KK itu yang akan menerima rekening dan mereka akan membuat surat kuasa untuk bank agar menyisihkan sebagian uang untuk yang tidak dapat dana,” ujar Idham.

Jadi, warga sendiri yang akan memberikan pada sesama warga Bantul,” ujar Idham seraya menambahkan saat ini warga sudah tidak mempermasalahkan jumlah bantuan tetapi lebih pada kepastian.

Sementara Bupati Bantul juga mengakui jika sampai saat ini masih ada 52 KK yang tinggal di tenda. Sebenarnya data riil lebih dari 100 KK hanya saja alasan mereka tinggal di tenda bukan karena belum mendapat bantuan rumah. Sebagian besar memilih tinggal di tenda karena masih trauma serta ada yang memanfaatkan tenda untuk menyimpan barang. Sehingga, yang murni menempati tenda untuk tempat tinggal hanya 52 KK. (R-3)-d.

http://222.124.164.132/article.php?sid=125873

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: