Dana Rekonstruksi, Bupati Bantul Beri Dua Pilihan Korban Gempa

Dana Rekonstruksi, Bupati Bantul Beri Dua Pilihan Korban Gempa

BANTUL, KOMPAS – Korban gempa dengan rumah rusak sedang diberi dua pilihan terkait dengan pencairan dana rekonstruksi. Dana bisa dibagi secara merata atau sesuai dengan besaran semula yang sudah ditentukan.

Bupati Bantul Idham Samawi menyampaikan hal tersebut dalam pertemuannya dengan lurah dan camat, Selasa (5/6). Ia menjelaskan dua pilihan tersebut adalah membagi dana rekonstruksi secara rata, sekitar Rp 3,2 juta per kepala keluarga (KK), atau sesuai dengan besaran semula, yaitu Rp 4 juta per KK, namun pencairannya mundur karena data harus diverifikasi ulang.

“Dua pilihan ini adalah yang terbaik, mengingat terjadi pembengkakan data KK pemilik rumah rusak sedang dari 37.206 menjadi 47.146 buah,” tutur Idham.

Ia juga menekankan kepada lurah dan camat agar benar-benar melibatkan seluruh warga yang tercatat sebagai penerima dana rekonstruksi bagi rumah rusak sedang ini dalam sosialisasi pilihan. Dengan begitu, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan warga.

Di sisi lain, Idham juga meyakinkan semua pihak bahwa tidak ada unsur paksaan kepada warga untuk memilih salah satu dari dua pilihan tersebut. Adapun keputusan warga tersebut dapat diketahui tanggal 15 Juni mendatang.

“Konsekuensi masing-masing pilihan sudah jelas. Kalau ingin dana cepat cair, masyarakat harus menerima sistem bagi rata. Sebaliknya, kalau ingin dana utuh Rp 4 juta juga bisa, hanya saja warga harus lebih sabar,” ujarnya.

Pembengkakan data itu sendiri, diakui Idham, terjadi karena cara pendataan dulu kurang sempurna. Namun, Idham mensyukuri bahwa data rumah rusak ringan berkurang hingga 15.000 dari data yang diajukan ke Pemerintah Provinsi DIY sebesar 73.669 buah. Kelebihan dana dari selisih ini bisa dipakai untuk membiayai pembangunan fisik yang lain. Petunjuk operasional

Menurut Kepala Bidang Cipta Karya Gatot Saptadi, pencairan dana rusak sedang tetap harus berpegang pada petunjuk operasional, yaitu Rp 4 juta per kepala keluarga. Apalagi, penetapan angka bantuan tersebut juga didasarkan pada data jumlah rumah rusak sedang yang sebelumnya diajukan tiap kabupaten dan kota.

“Perkara data di lapangan berubah, tidak bisa semudah itu menentukan dibagi kurang dari Rp 4 juta. Tentunya semua kembali ke kebijakan bersama antara gubernur, bupati, dan wali kota harus dibicarakan,” tutur Gatot.

Total jumlah rusak sedang yang akan dibantu adalah 85.356 rumah. Pencairan dana, lanjut Gatot, masih menunggu kepastian petunjuk operasional dari gubernur, terutama terkait mekanisme pendistribusian bantuan dan pembukaan rekening. (AB2/AB9)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/06/jogja/1038153.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: