Hingga 2008 Indonesia Belum Siap Deteksi Dini Tsunami

Hingga 2008 Indonesia Belum Siap Deteksi Dini Tsunami

Jakarta, Kompas – Indonesia belum bisa memberi peringatan dini yang akurat jika terjadi tsunami karena belum terintegrasinya sensor tsunami atau buoy yang telah dipasang di sejumlah perairan dengan sistem online di Badan Meteorologi dan Geofisika. Integrasi sistem tersebut diperkirakan baru bisa selesai pada tahun 2008.

“Integrasi alat peringatan dini tsunami yang ditangani Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan sistem online Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memang belum terjalin. Targetnya integrasi sistem tersebut baru bisa selesai tahun 2008,” kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Ridwan Jamaludin, Selasa (5/6).

Pada tahun ini, sebanyak dua sensor tsunami telah ditempatkan di perairan Indonesia, yaitu di Selat Sunda yang dipasang oleh BPPT dan di sebelah barat Mentawai oleh Pemerintah Jerman.

Namun, sejauh ini alat-alat yang dipasang mengalami masalah teknis. Alat yang dipasang di Selat Sunda oleh BPPT saat ini rusak dan butuh waktu tiga minggu untuk memperbaikinya kembali. Alat yang dipasang oleh Pemerintah Jerman juga rusak setelah sempat hilang karena terbawa arus.

“Alat itu sekarang sudah ditemukan dan teknisi dari Jerman sudah didatangkan untuk memperbaikinya. Kondisi laut kita memiliki arus yang deras dan butuh penanganan khusus,” jelas Ridwan.

Dimatikan

Terkait dengan kepanikan warga Aceh, akibat berbunyinya sirene tsunami pada hari Senin lalu, kini BMG telah mematikan semua sirene mereka. “Semua sirene yang telah terpasang di Banda Aceh dan Aceh Besar, sebanyak enam unit, telah kami matikan,” papar Kepala BMG Banda Aceh Syahnan.

Sejauh ini BMG belum mengetahui kerusakan sistem yang menyebabkan sirene tersebut berbunyi tiba-tiba. Menurut Syahnan, sistem sirene di Aceh telah tersambung dengan jaringan BMG secara nasional. “Kami belum tahu, kerusakan sistem terjadi di Aceh atau di Jakarta.”

Menurut Ridwan, sistem sensor yang terpasang di laut, memang didesain untuk tidak terkoneksi secara langsung dengan sirene yang dipasang di darat. “Ini untuk menghindari kesalahan seperti yang terjadi di Aceh, Senin lalu. Kondisi gelombang yang terpantau dari sensor, dikirimkan ke satelit untuk kemudian diolah BMG. Mereka yang bertanggung jawab membunyikan sirene dan memberi peringatan jika ada tsunami,” jelas Ridwan. (AIK)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/06/humaniora/3583458.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: