Uang Bantuan Dipotong, Pertanggungjawaban Kepala Dukuh Lamban

Uang Bantuan Dipotong, Pertanggungjawaban Kepala Dukuh Lamban

Sleman, Kompas – Sekitar 200 warga Dusun Carikan, Tamanmartani, Kalasan, Senin (4/6) malam, mendatangi rumah kepala dukuh guna meminta klarifikasi mengenai sisa uang pemotongan bantuan dana rekonstruksi yang dianggap tidak jelas peruntukannya.

Hasil klarifikasi diperoleh kesepakatan akan ada pengembalian uang oleh Kepala Dusun Sartono sebagai pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pembagian dana rekonstruksi di wilayah tersebut.

Salah satu wakil warga Gatot Winata, Selasa siang, mengatakan jumlah total saldo sisa pemotongan dana rekonstruksi pada tahap pertama sampai ketiga (pemotongan dilakukan secara bertahap) mencapai Rp 40,3 juta. Uang ini sekarang tidak jelas keberadaannya sehingga dipermasalahkan oleh warga.

“Sebagai warga desa, sebagian dapat bantuan sedangkan yang lain tidak, maka akan timbul perasaan tidak enak. Akhirnya, warga yang rumahnya rusak berat ikhlas dipotong sepertiga dari jumlah total dana yang mereka terima untuk diberikan kepada warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan, yang sampai saat ini belum menerima bantuan. Warga yang rumahnya rusak berat menerima dana bersih Rp 9,4 juta dari total Rp 15 juta,” tutur Gatot.

Pemotongan tahap pertama dari jatah semestinya Rp 3,6 juta hanya diberikan Rp 2,3 juta. Tahap kedua diberikan Rp 5,4 juta dari semestinya Rp 8,55 juta. Sementara, tahap ketiga dari jatah Rp 2,85 diberikan Rp 1,7 juta.

Menurut Gatot, sisa uang yang ditanggung kepala dukuh mencapai Rp 32,8 juta dan akan dikembalikan dalam tempo satu minggu. Ia menyanggupi hal tersebut dalam sebuah surat pernyataan bermaterai. “Kemarin malam juga ada yang mengakui bahwa uang lainnya, senilai Rp 7,5 juta, telah disetorkan ke atasan. Siapa yang dimaksud dengan atasan, kami tidak tahu,” tambah Gatot. Tenda hajatan

Jumlah rumah rusak berat warga Carikan 25 buah. Sebanyak 74 rumah mengalami kerusakan sedang dan ringan. Mereka mendapat bantuan dari uang hasil pemotongan yang nilainya bervariasi antara Rp 700.000-Rp 1,13 juta.

Selain diberikan untuk warga yang rumahnya rusak sedang dan ringan plus membeli tenda hajatan senilai Rp 19,2 juta, uang potongan tersebut juga dipakai untuk tali asih bagi warga yang tidak memiliki rumah, tetapi tinggal di daerah tersebut (kontrak atau indekos). Besarnya tali asih mencapai Rp 300.000.

Camat Kalasan Yulianto yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pertanggungjawaban dukuh dalam masalah ini cukup lamban. “Kemarin malam sudah difasilitasi dan ada kewajiban dari dukuh untuk mengembalikan,” ucap Yulianto.

Ia membenarkan bahwa uang yang dipotong dan masih sisa adalah milik warga yang rumahnya rusak berat. Uang itu “dipinjamkan” ke warga yang rusak sedang dan ringan dengan maksud jika mereka nanti memperoleh bantuan, maka uang tersebut akan dikembalikan lagi kepada yang berhak. (WER)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/06/jogja/1038161.htm

Satu Balasan ke Uang Bantuan Dipotong, Pertanggungjawaban Kepala Dukuh Lamban

  1. annots mengatakan:

    walah, jadi ini to masalahnya….pantesan beberapa bulan yang lalu liat banyak poster di daerah carikan. Ada-ada saja si “atasan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: