Bunyi Sirene Tsunami Membuat Warga Aceh Panik

Bunyi Sirene Tsunami Membuat Warga Aceh Panik

[BANDA ACEH] Ribuan warga Banda Aceh dan Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darusaalam panik dan berlarian keluar dari bangunan, menyusul sebuah sirene peringatan dini tsunami yang dipasang di kompleks Masjid Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Senin (4/6) pukul 10.30 WIB, berbunyi tanpa sebab. Akibatnya, semua jalan macet total, bahkan sempat menimbulkan kecelakaan.

Pantauan SP di Banda Aceh, kepanikan warga terjadi sejak Senin (4/6) siang hingga petang, menyusul sirene peringatan tsunami di kawasan Ulee Lhee, Banda Aceh, juga berbunyi. Ribuan warga yang tinggal di kawasan Pantai Ulee Lhee, Jeulingke, Aloe Naga, Kajhu, Lambada dan warga dalam kota pun ikut lari ke lokasi yang agak tinggi dan jauh dari arah laut. Pada saat melarikan diri, banyak perempuan dan anak-anak di desanya histeris dan menangis.

Sejumlah mobil polisi dan mobil penerangan dikerahkan untuk menenangkan warga, karena bunyi sirene disebabkan gangguan teknis.

Irvan (28), warga Kajhu, mengatakan, dia bersama teman dengan sepeda motor menuju ke arah Darussalam, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari kampungnya.

“Semua warga panik, karena sirene terus meraung-raung selama 30 menit,” ujarnya.

Kepala Stasiun Geofisika Mata Ie, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Aceh, Syahnan menjelaskan, bunyi sirene tsunami akibat gangguan pada sistem. “Sirene ini berbunyi tanpa ada gempa dan tsunami. Ini murni kesalahan, tidak disengaja dan direkayasa,” sebutnya.

Pascatsunami Desember 2004, BMG memasang enam sirene tsunami di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sejak dipasang, belum pernah diuji coba. Sirene ini langsung dikendalikan di pusat pengendalian gempa dan tsunami nasional di Jakarta dan di Medan.

Banyak pihak menyesalkan peristiwa tersebut. “Kok bisa segampang itu dibilang kesalahan teknis. Kami sudah takut gara-gara ini,” tanya Fauzian yang sempat lari ke Blang Bintang, Aceh Besar.

Tak Ada Gempa

Dari Padang Panjang, Sumatera Barat, dilaporkan, Kepala BMG setempat, Sumarso menegaskan, kabar yang menyebutkan akan terjadi gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) dan berpotensi tsunami di Sumbar pada 7 Juni nanti, sama sekali tidak benar. Itu merupakan isu yang menyesatkan.

Karena itu, Sumarso mengingatkan masyarakat Sumbar untuk tidak panik. Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan.

Kabar akan terjadi gempa bumi besar beredar luas setelah stasiun televisi CNN, dalam siarannya beberapa waktu lalu, memprediksi akan terjadi gempa hebat di Indonesia, termasuk di Sumbar.

Sementara itu, Kepala BMG Tabing, Padang, Emrizal mengungkapkan, dalam dua hari terakhir, gelombang laut kembali tinggi dengan ketinggian mencapai dua hingga tiga meter. Namun dalam beberapa hari ke depan, diperkirakan gelombang laut tersebut akan kembali normal.

Penyebab tingginya gelombang laut itu karena kencangnya angin yang berembus dari arah barat daya menuju pantai barat Sumatra. Kecepatan angin sekitar 30 km per jam atau 20 knot. [147/BO/A-17]

Last modified: 5/6/07
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/05/Nusantar/nus03.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: