Kontroversi Rumah Domes

Kontroversi Rumah Domes di di Dusun Nglepen, Sengir, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kab. Sleman

Diskusi dan Laporan ttg Rumah Domes (Desember 2006)

Laporan Rumah Domes di di Dusun Nglepen, Sengir, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kab. Sleman (8 Desember 2006)

Foto-foto pembangunan rumah domes (7 Desember 2006, ada 20 buah foto)

Notulensi Diskusi Rumah Dome 0906007

Komentar singkat atas isi Diskusi Rumah Dome HRC 9 Juni 2007

Komentar Hizrah Muchtar (10 Juni 2007)

Yth. rekan-rekan semua,

Saya atas nama Bale Daya Perumahan/Housing Resource Center mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dan saran/pendapat yang diberikan oleh rekan-rekan sekalian dalam pertemuan ttg Pro dan Kontra Rumah Dome Sabtu, 9 Juni kemarin di HRC.

Menurut saya pribadi, diskusi yang dihadiri 25 orang tersebut berjalan baik (a very fruitful discussion,indeed!) dan dihasilkan beberapa rekomendasi yang sesuai dengan konteks permasalahan yang sudah dibahas. Sangat beruntung kemarin Pak Laksono, antropolog senior dari UGM dan Ibu Titien dari Jurusan Teknik Arsitektur UKDW menyempatkan hadir untuk memperkaya diskusi.

HRC akan menyalin dan mensarikan hasil pertemuan kemarin, dan mudah-mudahan bisa segera disampaikan kepada rekan-rekan sekalian. (BTW, ada 3 kopi tulisan mengenai Rumah Dome, bila menginginkan bisa didapat di kantor HRC atau hubungi Arief).

Mengenai pertemuan dengan tema berikutnya—seperti yg Arief sudah sampaikan lewat milis ini–yaitu “Perencanaan Partisipatif Berbasis Ekologi: Tinjauan atas beberapa kasus untuk rekonstruksi di Yogya” masih dalam tahap persiapan.

Mohon maaf kami belum bisa memberikan kepastian waktu, terkait kendala internal dan kesiapan pembicara (Mas Yando sibuk berat soalnya,euy!). Namun bila sudah ada kepastian, pasti akan kami sampaikan undangan resminya kepada rekan-rekan sekalian. Mudah-mudahan diskusi ‘pemanasan’nya bisa dilakukan lewat ruang maya dulu, agar ketika hari ‘H’ diskusi akan menjadi lebih kaya.

Terima kasih, sampai jumpa di pertemuan/diskusi tematik berikutnya!

Salam,
Hizrah Muchtar (Jai)
Manager
Bale Daya Perumahan/Housing Resource Center
Jl. Ngadisuryan No.11, Alun-alun Kidul
Yogyakarta
Phone/fax: 0274 -372828

From: hizrah muchtar
Date: Sun, 10 Jun 2007 23:03:56 -0700 (PDT)

———————————————

Komentar Syarief Aryfaid (11 Juni 2007)

Pertama:

Kalau beberapa hari yang lalu kita sempat mendiskusikan tentang “pembangunan rumah ganjil di Jogja”, dimana dari hasil diskusi tersebut ditemukan beberapa hal yang cukup menarik bagi saya untuk dikomentari;

Pembangunan rumah domes bila dilihat dari perspektif antropologi; merupakan bentuk interfensi budaya yang diakulturasikan oleh pihak luar. Tingkat intervensi tersebut terlihat pada lemahnya daya tawar masyarakat terhadap proses tersebut, sehingga masyarakat tetap diposisikan sebagai subordinat dari sistem yang berjalan.

Bila rumah domes tersebut ditinjau dari perspektif budaya, maka banyak sekali orang mengatakan bahwa itu tidak “local wisdom”. dan pada diskusi yang dilaksanakan di HRC pada hari sabtu 9/06/2007 kemarin, belum dapat menjelaskan secara detail; antara defenisi kearifan lokal seperti apa yang harus menjadi acuan, serta korelasi seperti apa yang harus ditarik, sehingga dapat menyimpulkan kalau rumah domes itu betul-betul bersebrangan dengan budaya dan local wisdom. sebab pada diskusi itu, seorang nara sumber (antropolog) mengatakan bahwa budaya itu-kan sesuatu yang dinamis; dan ia hadir karena masyarakat melakukan berbagai bentuk interaksi; maka, menurut ia, bahwa keberadaan rumah domes itu, letak persoalannya adalah pada tingkat adaptasi dari suatu proses akulturasi budaya.

Bagi saya, bahwa kehadiran rumah domes; bukan hanya gambaran bahwa terjadinya suatu akulturasi budaya, akan tetapi lebih pada komoditefikasi terhadap sebuah nilai perubahan itu sendiri, sebab pola pendekatan yang digunakan dalam proses pembangunan tersebut adalah pendekatan tekhnokrat ( promosi tekonologi ).

Rumah domes saat ini, tidak hanya menjadi persoalan “yuo care and me share” akan tetapi telah memasuki ranah pertarungan nilai-nilai yang kompleksitas; (sosial, ekonomi, politik, budaya, dll)
Saya kira, diskusi ini dapat kita erdebatkan lebih lanjut, sebab pada saat diskusi yang dilaksanakan di HRC kemarin, terjadi pro dan kontra ttg rumah domes tersebut; intinya ada yang sebagian mengaakan bahwa itu tidak bertentangan dengan budaya adan ada juga yang mengatakan kalu itu bertentangan dengan budaya.

From: Syarief Aryfaid
Date: Mon, 11 Jun 2007 11:36:24 +0700 (ICT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: