Isu Tsunami Bikin Panik Masyarakat

Isu Tsunami Bikin Panik Masyarakat
Belum Ada Teknologi Meramal Kapan Gempa Terjadi

Manado, Kompas – Kepanikan melanda warga Manado, Sulawesi Utara, menyusul isu gempa dan tsunami hari Kamis (7/6). Sejumlah orangtua melarang anak-anak mereka bersekolah, sementara pegawai negeri sipil enggan masuk kerja. Kepanikan juga melanda warga pesisir di Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.

Dari Bitung, Sulut, bahkan dilaporkan beberapa pabrik pengalengan ikan meliburkan karyawannya, Rabu (6/6).

Jopi Pusung, pegawai Dinas Pendidikan Nasional Kota Manado, mengatakan tidak akan ke kantor demi mewaspadai isu tsunami. “Saya bilang ke anak-anak dan maitua (istri) agar tidak ke mana-mana,” katanya.

Di Maluku Utara banyak warga bersiap lari ke gunung dan mengemas barang-barang berharga. Tauhid Arief, wartawan Maluku Utara Post dan juga warga Ternate, mengatakan, isu tsunami telah merepotkan warga dan pemerintah kota setempat.

Kabar soal gempa dan tsunami tersebut didapat dari pemberitaan televisi asing yang kemudian dilansir koran-koran lokal.

Pemerintah Kota Manado, Rabu (6/6), mengumpulkan semua lurah untuk diberi penyuluhan dari BMG Sulut. Para lurah dibekali radio handy talky untuk koordinasi di lapangan.

Wakil Wali Kota Manado Abdi Buchari mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan lokasi untuk evakuasi massa. Para lurah diminta menenangkan warga.

Warga Jawa Barat, terutama Bandung, juga panik akibat pemberitaan bahwa akan terjadi gempa dahsyat berpotensi tsunami, 7 Juni 2007.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Christian Dillak melaporkan ke Gubernur Nusa Tenggara Timur Piet Alexander Tallo di Kupang, siaran televisi ABC (Australia) yang dikutip media televisi swasta hanya menakut-nakuti.

Kabar kemarin malam terjadi tsunami di pantai selatan Rote tidak terbukti. Namun, seluruh warga pantai selatan Rote telah mengungsi ke gunung. Peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah gelombang tinggi 2,5-3,5 meter akibat angin kencang.

Di Bandung, Ny Ahmad (76), warga Jalan Puyuh, Kota Bandung, mengaku, “Keluarga menelepon saya, saya diminta mengungsi ke Garut. Tapi saya takut karena Garut lebih dekat dengan laut,” ujarnya.

Gempa dahsyat

Tsunami terjadi jika terjadi gempa besar dengan pusat gempa di laut; kekuatan gempa minimal 6,5 Richter. Sejauh itu tidak terjadi, tak akan terjadi tsunami.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sulawesi Utara Subardjo dan Kepala BMG Stasiun El Tari Kupang Albert Kusbagio. Menurut dia, kecepatan pergerakan antarlempeng itu 5-7 cm per tahun. Maluku di lempeng Pasifik.

Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan menegaskan, berita tersebut menyesatkan masyarakat. Dia berharap, warga tidak mudah terprovokasi.

Kepala BMG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Hendri Surbakti menegaskan, semua berita tentang akan ada gempa di Jabar atau Kota Bandung adalah bohong. Hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempa datang. Teknologi yang ada baru bisa melihat daerah-daerah berpotensi gempa.

Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, mengatakan, isu tersebut spekulatif dan tanpa bukti.

“Sebetulnya gempa-gempa yang terasa maupun tidak terasa akibat pergerakan Lempeng Indo-Australia ke Eurosia sering terjadi. Selama tiga hari mungkin ada puluhan gempa yang tidak terasa maupun yang terasa. Jadi tak perlu panik,” kata Surono.

Sementara itu, kemarin gempa berkekuatan 3,2 Richter terjadi di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, Rabu pukul 20.27 WIT. Tidak ada korban jiwa atau luka dan kerusakan bangunan. Guncangan gempa hampir tidak terasa oleh warga Jayapura dan sekitarnya. Pusat gempa terletak di koordinat 2°57’ Lintang Utara dan 140°69’ Bujur Timur. (KOR/ZAL/THT/MHF/YNT/row)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/07/daerah/3584313.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: