Kematian akibat Flu Burung Bertambah

Kematian akibat Flu Burung Bertambah

[JAKARTA] Hingga saat ini sudah 99 orang positif flu burung dan 79 orang di antaranya berakhir dengan kematian. Kasus yang terbaru terjadi menimpa seorang perempuan berinisial R (15 tahun) asal Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dia dinyatakan positif terinfeksi virus H5N1 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Badan Litbang Kesehatan Depkes tanggal 29 Mei dan Lembaga Eijkman Jakarta tanggal 1 Juni 2007.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Lily S Sulistyowati di Jakarta, Sabtu (2/6). Dengan tambahan kasus tersebut, berarti angka kematian atau case fatality rate (CFR) akibat flu burung mencapai 79,7 persen.

“Penyebaran virus flu burung pada manusia di Indonesia telah terjadi di 38 kabupaten/kota. Selama bulan Mei, di Jawa Tengah tercatat 3 kabupaten infeksi baru, yaitu Kabupaten Wonogiri, Grogogan dan Kendal,” katanya.

Dijelaskan, R (15 tahun) mulai mengalami sakit pada tanggal 21 Mei 2007 dengan gejala panas, batuk dan sakit tenggorokan. Tanggal 21 Mei diperiksakan pada bidan di Desa Limbangan. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, maka pada tanggal 24 Mei 2007 diperiksakan kembali ke bidan.

Tanggal 25 Mei dia diperiksakan ke Puskesmas Limbangan dan kemudian dirujuk ke RS Tugurejo. Hari itu juga oleh RS Tugurejo, pasien dirujuk ke RS Kariadi, Semarang. Tanggal 29 Mei pukul 21.00 pasien meninggal dunia. Faktor risiko pada R adalah sebelum kematian dia mengolah ayam sakit.

Antibodi

Mengingat tingginya CFR dan sampai saat ini belum ditemukan obatnya, Lily meminta masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman flu burung.

Sementara BBC melaporkan bahwa telah ditemukan antibodi yang mungkin bisa menangkal flu burung pada manusia. Tim ilmuwan internasional berhasil mengisolasi antibodi ter- sebut dan penemuan ini mungkin menghasilkan teknik perawatan yang melengkapi vaksin flu jika epidemi virus melanda manusia.

Tim ilmuwan yang bekerja di Swiss, Vietnam dan Amerika Serikat mengatakan, mereka berhasil mengisolasi antibodi yang mereka harapkan bisa memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis virus flu burung secara bersamaan.

Antibodi dipergunakan sistem kekebalan tubuh kita untuk menetralkan bakteri dan virus. Dalam kasus ini, ilmuwan mengisolasi antibodi yang dihasilkan oleh tubuh warga yang berhasil bertahan hidup dari serangan flu burung di Vietnam untuk bisa menghalau virus tersebut.

Profesor Antonio Lanzavecchia, yang bertugas di Lembaga untuk Riset Biologi Kedokteran di Swiss, mengatakan, antibodi telah terbukti efektif di laboratorium dan pada tikus. Dia yakin bahwa antibodi itu bisa dipergunakan pada manusia.

“Dengan menggunakan teknik ini, kita bisa mengisolasi sel yang menghasilkan antibodi ini, sehingga antibodi ini kini bisa direproduksi secara in vitro dan pada akhirnya secara massal diproduksi untuk merawat orang lain,” tambahnya.

Antibodi tersebut bisa dipergunakan untuk melindungi para tenaga profesional kunci, seperti dokter dan perawat, di negara- negara tempat epidemi flu burung menjalar.

Tim peneliti mengatakan, antibodi bisa juga dipergunakan sebagai emergency antidote (penawar darurat) pada manusia yang telah terjangkit flu burung jika diberikan dalam waktu beberapa hari. Uji coba pada manusia diperkirakan akan segera dimulai. [A-22]

Last modified: 4/6/07
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/04/Kesra/kes01.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: