Tingkat Kematian pada Manusia Masih Tinggi

Tingkat Kematian pada Manusia Masih Tinggi

Jakarta, Kompas – Hampir dua tahun setelah kasus pertama pada manusia pertama kali dikonfirmasi di Indonesia, flu burung tetap jadi ancaman serius bagi rakyat Indonesia. Hal ini ditandai oleh meningkatnya angka kematian karena penularan flu burung pada manusia dengan gejala penyakit mulai beragam.

“Kematian pada manusia dan unggas umumnya disebabkan kegagalan multiorgan. Gejalanya mulai beragam, tidak selalu disertai demam tinggi,” kata Ketua Harian Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza Bayu Krisnamurthi, Rabu (6/6), dalam jumpa pers di Jakarta.

Selain itu, ada kemungkinan virus flu burung lebih mudah menular dari hewan ke manusia karena sejumlah pasien terinfeksi tanpa kontak unggas secara intensif. “Hal ini tentunya perlu dipelajari lebih lanjut. Ada dugaan kondisi ini disebabkan meningkatnya kepekatan atau kepadatan virus,” ujarnya menegaskan.

Kasus-kasus terbaru pada manusia lebih banyak datang dari daerah pedesaan dibandingkan dengan perkotaan. Hal ini membuat para korban sulit menjangkau pelayanan kesehatan dengan cepat. Diperkirakan, 70 persen dari total jumlah pasien terlambat diobati. “Ini juga disebabkan keterbatasan pengetahuan tenaga medis yang pertama kali menangani,” kata Bayu.

Bayu juga menambahkan, “Kenyataan ini menunjukkan perlunya penegakan diagnosis pasien secara tepat dan membawanya untuk mendapat perawatan di rumah sakit rujukan secepat mungkin. Mekanisme deteksi dini dengan penyediaan rapid test flu burung harus segera diterapkan.” Masalahnya, 44 rumah sakit rujukan flu burung kebanyakan berlokasi di daerah perkotaan.

Menurut data Departemen Kesehatan, terdapat 99 kasus konfirm flu burung pada manusia, dan 79 orang di antaranya meninggal dunia.

Kabupaten/kota dengan kasus baru dalam enam bulan terakhir antara lain Palembang, Pekanbaru, Mojokerto, Deli Serdang, Wonogiri, Grobogan, dan Kendal.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kepada kantor berita Antara di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan APEC di Sydney mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat memperluas kerja sama dengan mengembangkan vaksin flu burung secara transparan. Hal ini sebagai bagian dari komitmen bilateral dalam mengatasi serangan virus H5N1. (EVY)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/07/humaniora/3585275.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: