20 BENCANA BESAR TERJADI TIAP TAHUN; 90 Persen Berada di Negara Ketiga

20 BENCANA BESAR TERJADI TIAP TAHUN; 90 Persen Berada di Negara Ketiga

Monday, 11 June 2007, Yogyakarta
MLATI (KR) – Kurang lebih 20 bencana besar terjadi setiap tahun, 90 persen di antaranya berada di dunia ketiga. Di negara maju kematian korban gempa global ini 1 orang per 1.000 penduduk, negara mid-income 28 orang per 1.000 penduduk dan negara income rendah 69 orang per 1.000 penduduk. Selain itu 80 persen kematian karena bencana alam, 18.000 sampai 20.000 orang/tahun karena gempa bumi, 200 gempa bumi SR 6,0 per tahun.

Demikian dikemukakan oleh Direktur Medik dan Keperawatan Prof dr Budi Mulyono SpPK(K) MM dalam seminar ‘Sosialisasi Awal Hospital Disaster Plan RS Dr Sardjito’ di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Diklat RS Dr Sardjito, Sabtu (9/6). Seminar mengundang pembicara Koordinator Tim Bencana RS Dr Sardjito Prof Dr dr Sutaryo SpA(K), dr Hendro Wartatmo SpB-KBD, dr Agus Barmawi SpB-KBD.

Pada kesempatan tersebut Prof Sutaryo memaparkan pengalaman timnya dalam menangani berbagai kasus bencana dari tsunami di Aceh, gempa di Nias, tsunami di Pangandaran, gempa bumi di DIY-Jateng, puting beliung sampai terbakarnya pesawat Garuda di Adisutjipto. Itu semua memerlukan kekompakan, tersedianya dana, hubungan atau jaringan komunikasi dan kerja sama lokal, nasional dan internasional.

Dikatakan Hendro Wartatmo, Prosedur Penanggulangan Bencana (PPB) atau disaster plan selama ini banyak diartikan sebagai suatu dokumen dari prosedur tetap (Protap) yang disiapkan bila terjadi suatu bencana. PPB bukan sekadar dokumen protap saja, tetapi suatu protap yang disusun secara komprehensif, sudah dilatihkan, dievaluasi serta diperbaiki bila perlu, secara periodik.

Bila tidak, saat bencana terjadi protap tersebut tidak dapat dijalankan secara optimal karena beberapa kemungkinan seperti yang dihadapi tidak sesuai dengan yang dipersiapkan, baik dalam jenis maupun beratnya masalah. Prosedur tidak tetap dapat dijalankan karena personelnya belum pernah mempraktikkan sebelumnya. Contoh ekstrim, yaitu di mana ada personel yang tak tahu dirinya termasuk anggota tim bencana.

”Selain untuk sektor kesehatan, prosedur penanggulangan bencana juga harus dibuat untuk sektor lain seperti komunitas, pelayanan umum dan lain-lain. Selanjutnya, walaupun yang disampaikan prosedur penanggulangan bencana di rumah sakit, namun memiliki kesamaan umum dengan prosedur penanggulangan bencana untuk sektor lain,” ujar dr Hendro Wartatmo. Pemetaan ancaman (Hazards Maping) merupakan bagian penting dari PPB. Selanjutnya berdasar besarnya risiko, dapat disusun prioritas untuk antisipasinya. (Asp/Her)-f

http://222.124.164.132/article.php?sid=126526

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: