DISPERINDAGKOP KIRIM SURAT KE BANK; Aset Korban Gempa Jangan Disita

DISPERINDAGKOP KIRIM SURAT KE BANK; Aset Korban Gempa Jangan Disita

Friday, 08 June 2007, Ekonomi dan Bisnis
YOGYA (KR) – Sejumlah bank menjamin tidak akan menyita aset para debitur yang terkena korban gempa. Jaminan tersebut telah disampaikan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIY. “Kita telah menyurati para pimpinan bank di DIY. Ada beberapa bank yang telah menjawab dan tidak akan menyita jaminan para debitur yang macet akibat gempa,” ungkap Kepala Disperindagkop DIY, Ir Syahbenol Hasibuan kepada KR, Rabu (6/5), terkait dengan tuntutan para debitur korban gempa.

Syahbenol mengakui, bank yang menjawab suratnya dan memberikan jaminan tidak akan menyita tersebut, berasal dari bank milik negara dan BPR milik pemerintah daerah. Di antara yang telah menjawab dan tidak akan menyita tersebut, Bank Mandiri, Bank Bukopin, BPR Bank Pasar Kota Yogyakarta, BPR Bank Pasar Bantul, BPR Bank Pasar Kulonprogo. Bank-bank tersebut, akan memberikan fasilitas restrukturisasi kredit, sehingga para debitur diberikan kesempatan kembali untuk mencicil kreditnya. “Hingga saat ini, pihaknya terus menunggu jawaban dari bank-bank lain, baik bank umum maupun BPR,” ujarnya.

Dijelaskan Syahbenol, setelah adanya keluhan para kreditur korban gempa terhadap penyitaan aset, pihaknya langsung mengirimi surat para pimpinan bank, agar mereka jangan menyita aset kredit korban gempa. Debitur korban gempa tersebut tidak mampu melaksanakan kewajiban membayar kredit, karena aset yang dimiliki hancur akibat gempa. Selain itu, omzet penjualan mereka juga mengalami penurunan karena produksi yang berkurang.

Menurut Syahbenol, pihaknya mengharapkan bank-bank swasta juga dapat memberikan fasilitas restrukturisasi kredit. Sehingga para debitur yang kesulitan membayar, bebannya bisa berkurang dan mampu membayar cicilan mereka kembali. Dari laporan yang diterima, jumlah kredit para debitur korban gempa mencapai Rp 300 miliar. Jumlah ini cukup besar, sehingga perlu kebijakan dari bank untuk membantu kesulitan yang dialami para debitur tersebut. “Selain mengalami kesulitan untuk membayar, debitur juga menginginkan suntikan dana baru, agar produksi mereka bisa bangkit kembali,” tambahnya. (Jon)-g

http://222.124.164.132/article.php?sid=126127

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: