MASALAH BANTUAN REKONSTRUKSI TAHAP II; ‘Legawa’ Kendati Namanya Dicoret

MASALAH BANTUAN REKONSTRUKSI TAHAP II; ‘Legawa’ Kendati Namanya Dicoret

Sunday, 10 June 2007, Jawa Tengah
KLATEN (KR) – Dua warga Dukuh Ponalan dan Jagalan Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, menyatakan legawa atas pencoretan namanya dari daftar penerimaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak berat tahap ke dua.

Meskipun pada mulanya mereka mempertanyakan masalah itu ke Konsultan Manajemen Wilayah (KR, 6/6), namun mereka menyadari yang sudah telanjur dicoret tidak akan bisa dikembalikan lagi ke daftar pene-rima.

Ketika memberikan penjelasan kepada wartawan Kamis, Prapto, warga Jagalan Desa Jogosetran mengatakan karena pada bantuan tahap pertama ia mendapatkan bantuan dan kemudian tahap kedua namanya dicoret, ia telah mendatangi Kantor DPU dan KMW di Klaten. Oleh petugas ia memperoleh jawaban bahwa pengaduannya sudah terlambat karena melebihi batas waktu dari pengumuman. “Pada saat daftar nama calon penerima bantuan diumumkan, dan nama saya dicoret, saya dianggap tidak segera membuat sanggahan,” katanya.

Menurut dia, pada bantuan tahap pertama ia mendapat Rp 4,4 juta. Untuk dirinya sendiri memang hanya Rp 3,9 juta, sedangkan selebihnya diserahkan kepada tetangga yang tidak menerima dan biaya administrasi. Ia juga sudah ikhlas.

Usulan dari Bawah

Sutarjo, warga Dukuh Ponalan Desa Jogosetran, mengatakan juga sudah mendapat jawaban ketika dirinya menanyakan ke KMW atas pencoretan dari daftar penerima bantuan tahap kedua. Alasan pencoretan karena usulan dari bawah dan ia tidak berada di tempat ketika didatangi tim survei.

“Karena sudah mendapat jawaban, saya pun ikhlas. Toh sudah telanjur dicoret dan tidak akan bisa dikembalikan,” katanya.

Sutarjo mengatakan rumah yang dia tempati memang tidak roboh, tetapi rusak berat. Setelah gempa ia tidak berani menempati rumah tersebut dan sementara waktu pindah ke Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara. Sesaat setelah menerima bantuan tahap pertama, ia merobohkan rumah itu karena sudah tidak layak huni. Ia kemudian membangun di sebelahnya sekaligus untuk warung.

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Perumahan (KSP-P) Ponalan, Umar Rosidi, mengatakan sebenarnya sudah mencoba membantu Sutarjo saat tim survei datang. Ia menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah membangun tempat untuk tidur di sebelah rumah yang dirobohkan sekaligus untuk warung. Hanya waktu itu Sutarjo memang tidak ada di tempat.

Ketua KSM-P Dukuh Jagalan Desa Jogosetran, Slamet Raharjo, menjelaskan mengenai penerimaan bantuan tahap pertama bagi Prapto. Yang bersangkutan sudah tanda tangani kuitansi sebesar Rp 4,4 juta.

(Sit)-s
http://222.124.164.132/article.php?sid=126396

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: