RUSAK SEDANG TERIMA UTUH RP 4 JUTA; Pencairannya Serentak dengan Rusak Ringan

RUSAK SEDANG TERIMA UTUH RP 4 JUTA; Pencairannya Serentak dengan Rusak Ringan

Friday, 08 June 2007, Yogyakarta
PANDAK (KR) – Sebanyak 47 ribu KK di Bantul calon penerima dana bantuan rekonstruksi rumah rusak sedang bisa bernafas lega karena akan menerima utuh Rp 4 juta per KK. Kekurangan dana untuk 10 ribu KK yang mencapai Rp 40 Miliar akan diback up Pemprop DIY dengan sisa alokasi dana rumah rusak ringan Rp 11 Miliar. Sisa kekurangannya sebesar Rp 29 Miliar akan diupayakan oleh pemerintah. Nantinya, pencairan dana untuk rumah rusak sedang diharapkan bisa serentak dengan penerima rusak ringan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai peresmian SD Krekah Pandak, Kamis (7/6) mengungkapkan kebijakan bagita (bagi rata) untuk rumah rusak sedang yang sebelumnya diwacanakan Pemkab Bantul akan mempersulit pekerjaan dukuh, lurah, camat dan pihak bank. Sehingga, Pemprop DIY memutuskan untuk memberikan bantuan Rp 4 juta per KK untuk 47 ribu KK. “Kalau bagita itu administrasinya panjang,” ujarnya.

Kebijakan untuk memberi utuh Rp 4 juta tersebut harus dengan syarat dijadikan satu kesatuan dengan rekonstruksi rumah rusak ringan dan segera dilaporkan ke Pemprop DIY. Ditanya lebih lanjut soal sumber dana untuk menutup kekurangan rekonstruksi rumah rusak sedang, Sultan menegaskan akan tetap diambilkan dari dana milik pemerintah.

“Ya itu urusanku,” tandasnya ketika disinggung sumber dana untuk mencukupi kekurangan Rp 29 Miliar.

Sementara Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi menegaskan kesanggupan Pemprop DIY untuk menutup selisih data penerima rumah rusak sedang sehingga setiap KK bisa menerima Rp 4 juta adalah karunia luar biasa. Sebagai rasa syukur, mulai Senin selama 4 hari pihaknya akan membentuk 933 tim dari kalangan guru untuk melakukan verifikasi rumah rusak sedang dan ringan.

“Verifikasi itu bukan untuk menurunkan jumlah penerima tapi mengantisipasi agar tidak ada penerima dobel. Jangan sampai sudah menjadi anggota Pokmas atau 1 nama mengajukan 2 bantuan. Nanti 1 dusun akan diverifikasi 1 tim sehingga 4 hari bisa selesai,” terangnya.

Dipilihnya guru karena jumlah PNS terbesar adalah guru. Disamping itu, guru juga tidak memiliki kepentingan tertentu.

Setelah verifikasi selesai data by name rumah rusak sedang dan ringan akan dikirim ke Pemprop DIY. Sedangkan untuk mekanisme pencairan, sesuai arahan Sultan akan dibentuk Pokmas dengan anggota tidak harus 15 KK tapi terserah kabupaten. Diharapkan, meski rekonstruksi sudah selesai Pokmas akan tetap bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat.

Meskipun dengan sistem Pokmas, Idham tidak khawatir akan terjadi pemotongan dana seperti pada rumah rusak berat. Sebab uang akan masuk rekening tabungan by name. “Verifikasi selesai nama-nama penerima rusak sedang dan ringan diajukan ke propinsi dan diharapkan bisa cair sekalian,” imbuhnya. (R-3/Can)-a.

http://222.124.164.132/article.php?sid=126176

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: