SEJUMLAH PENGHUNI RUMAH DOME; Ingin Kejelasan Status Tanah

SEJUMLAH PENGHUNI RUMAH DOME; Ingin Kejelasan Status Tanah

Saturday, 09 June 2007, Yogyakarta
RAMBANAN (KR) – Sekitar satu bulan warga Pedukuhan Sengir Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan Sleman yang menjadi korban gempa menempati rumah baru bantuan dari Domes for the World bekerja sama dengan World Association Nongovermental Organization dan Emmar Properties. Menurut Dukuh Sengir Supardjo (53), rumah berjumlah 71 itu ditempati oleh 68 KK dari Pedukuhan Sengir dan 3 KK dari Pedukuhan Dayakan.

Supardjo, Eni dan Elisa mengaku senang mendapat pengganti rumah mereka yang rusak berat akibat gempa 27 Mei 2006. Tetapi menurut Eni, warga masih belum tenang, karena tanah seluas 2,5 ha itu merupakan kas desa. Menurutnya, warga sudah mengadakan kesepakatan untuk minta kejelasan status tanah tersebut. Kejelasan status tanah agar kelak tidak menimbulkan persoalan. “Siapa tahu ganti pejabat lalu ganti kebijakan,” kata Eni kepada KR, Rabu (6/6).

Bentuk rumah yang tidak seperti lazimnya rumah telah menarik perhatian orang. Mereka yang datang untuk melihat rumah dome bukan hanya penduduk sekitar saja, tapi menurut Supardjo ada yang datang dari Purworejo dan Klaten. Kalau hari libur dan Minggu, banyak tamu datang. Sedangkan penduduk yang tidak jauh dari lokasi rumah dome tersebut biasanya datang pada sore hari, untuk menikmati udara sore di tempat bermain.

Di lokasi tersebut selain 71 rumah tinggal dengan fasilitas 6 MCK yang tiap MCK diperuntukkan bagi 12 rumah, juga ada masjid, poliklinik dan arena bermain. Tempat bermain itu yang kebanyakan menjadi tujuan warga sekitar dengan membawa anak mereka yang masih kecil.

Sayangnya, meskipun sudah dipasangi instalasi listrik, tetapi belum dialiri arus listrik. Jadi malam hari masih menggunakan lampu minyak tanah.

Eni juga masih mengeluhkan kalau hujan turun tampuh airnya masuk rumah.

Pedukuhan baru itu diberi nama New Nglepen, karena di tempat asalnya ada RT yang namanya Nglepen. Mereka yang tinggal di New Nglepen berasal dari RT 1,2,3 dan 5 dari RW 25 dan 2 RT dari RW 26. Menurut Eni, belum ada kegiatan resmi di New Nglepen, mareka masih melanjutkan kegiatan di tempat asal. “Jadi kalau rapat RT kami kembali ke tempat tinggal semula,” kata Eni. Di New Nglepen belum dibentuk RT dan RW. (War)-n.

http://222.124.164.132/article.php?sid=126288

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: