Puji Pujiono, “Terminologi Pemulihan Bencana Tidak Terlalu Tepat”

Puji Pujiono, “Terminologi Pemulihan Bencana Tidak Terlalu Tepat”
Ditulis Oleh: Bambang MBK
Kamis, 24 Mei 2007

YOGYAKARTA – Dalam teori penanggulangan bencana, terminologi pemulihan dampak bencana tidak terlalu tepat. Dengan terminologi pemulihan maka artinya kita hanya sekedar mengembalikan situasi ke level seperti sebelum bencana terjadi. Padahal seharusnya situasinya harus menjadi lebih baik.

“Kita seharusnya memulihkan situasinya menjadi lebih baik lagi,” ujar ahli disaster management dari United Nation Development Program (UNDP) Puji Pujiono dalam diskusi bertema “Membangun Masyarakat Yogyakarta yang Tanggap dan Tangguh terhadap Bencana di Joglo Kedaulatan Rakyat (KR), Kamis (24/5). Selain Puji, pembicara lain dalam diskusi itu adalah Priambodo, anggota tim perumus Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Bencana DIY, Unang Shio Peking dari Forum LSM Yogyakarta dan Tanti S Thamrin dari OXFAM GB.

Lebih lanjut Puji mengatakan jika kita hanya mengembalikan situasi persis seperti sebelum gempa, itu artinya suatu kemunduran. “Kita seharusnya menciptakan situasi yang lebih baik lagi,” tambah Puji.

Menyinggung soal situasi pasca gempa bumi 27 Mei 2006 lalu di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Puji mengatakan situasinya sangat sulit. Membangun sekitar 250 ribu rumah dalam waktu bersamaan bukan suatu hal yang mudah. Masyarakat mengalami kesulitan untuk menemukan material yang bagus untuk membangun rumahnya.

Bila kondisi rumah milik warga yang dibangun saat ini tidak bagus,“Jika ada gempa bisa hancur lagi,” tandas Puji. Berkaitan dengan isu tentang membangun masyarakat Yogyakarta yang tanggap dan tangguh terhadap bencana, Puji mengatakan perlunya untuk menutup ‘lobang-lobang’ yang bisa menghalangi jalannya rencana. Salah satunya adalah persoalan penyunatan dana rekonstruksi rumah milik warga korban bencana.

“Nantinya perlu ada audit rumah, mana yang benar-benar dibangun agar tahan dari gempa bumi,” ujar Puji.

Sedangkan Tanti mengatakan perlunya suatu good governance untuk menciptakan masyarakat yang tanggap dan tangguh terhadap bencana.

Untuk membangun masyarakat Yogyakarta yang tanggap dan tahan terhadap bencana, Puji juga mengatakan perlunya pemerintah menjadikan isu bencana sebagai platform kebijaksanaan ke depan. Ia mencontohkan pemerintah kota Kobe yang sudah melakukan hal itu. Salah satunya, dibawah bangunan kantor pemerintah kota Kobe terdapat bunker yang dapat digunakan untuk menjalankan roda pemerintahan seandainya terjadi gempa bumi yang menghancurkan ‘kantor kepatihannya’ pemerintah kota Kobe.

Dalam diskusi itu, banyak peserta diskusi yang datang dari warga masyarakat biasa dan aktivis LSM yang memberikan masukan agar masyarakat Yogyakarta menjadi tanggap dan tahan terhadap bencana. Salah satunya, Fathuddin Muchtar dari Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) mengatakan adalah kewajiban bagi negara untuk menciptakan masyarakat yang tahan dan tanggap terhadap bencana. “Sayangnya dalam UU Penanggulangan Bencana banyak pasal yang mengalihkan tanggung jawab itu kepada masyarakat dan LSM,” tandas Fathuddin.

http://www.mediacenter-ajiyogya.com/index.php?option=com_content&task=view&id=237&Itemid=37

3 Balasan ke Puji Pujiono, “Terminologi Pemulihan Bencana Tidak Terlalu Tepat”

  1. ibnu khajar mengatakan:

    saya dari disaster management institute of indonesia. kapan dapat jumpa dengan bapak utk sharing program kami. Hp. 08129252175

  2. ibnu khajar mengatakan:

    kita perlu mulai melakukan proses mitigasi jangka panjang sehingga lebih antisipatif

  3. djuni mengatakan:

    Pak Puji sekarang sedang bertugas di Jenewa (UNDP). Mungkin tahun depan beliau bisa ke Indonesia kalau tugasnya sudah selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: