PEMBANGUNAN KANTUNG LAHAR; Pasir untuk Membiayai Proyek

PEMBANGUNAN KANTUNG LAHAR ; Pasir untuk Membiayai Proyek
Tuesday, 12 June 2007, Jawa Tengah

KLATEN (KR) – Kendati belum memegang salah satu persyaratan berupa surat izin penambangan daerah (SIPD), Perhutani bersama lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) Kemalang tetap melakukan pengerukan pasir atas nama proyek pembuatan dam sabo (kantung lahar). Pekan lalu Perhutani bersama sejumlah pengusaha penambang pasir dengan alat berat yang belum berizin dipanggil ke Balai Pengelolaan Pertambangan dan Enegeri (BPPE) Solo untuk diberikan pengarahan sekaligus diminta menghentikan penambangan sebelum memiliki SIPD.

Pasir hasil penambangan dalam proyek pembuatan kantung lahar itu dijual oleh LMDH dan hasilnya dimanfaatkan untuk pembuatan tanggul. ”Untuk pembiayaan itu LMDH ambil pasir dijual untuk biaya pembuatan tanggul,” kata Asisten Perhutani KPH Surakarta Suwarta Senin (11/6).

Lebih lanjut Suwarta mengemukakan, pembuatan kantung lahar tetap diteruskan. Dari pihak BPPE sudah akan memroses izin SIPD pada minggu ini, sehingga hal itu tidak akan mengganggu pelaksanaan proyek pembuatan kantung lahar.

Suwarta menjelaskan permohonan SIPD sudah dajukan beberapa bulan lalu. Selain itu sebelumnya juga sudah minta persetujuan bupati untuk membuat dam penghambat laju lahar tersebut. Lokasi pembuatan dam sabo itu berada di tengah Kali Woro tetapi masih dalam wilayah Perhutani, sehingga izin pembuatan dam sabo juga dikeluarkan oleh Perhutani, serta perlu adanya rekomendasi bupati khususnya dalam hal perolehan SIPD.

Nantinya akan dibuat lima buah tanggul, dan untuk tanggul pertama saat ini sudah selesai 70%. Tidak ada target kapan proyek itu harus selesai, namun diharapkan kalau proyek itu sendiri akan bisa menjadi pengaman bagi warga penambang maupun masyarakat sekitar lokasi, karena dengan adanya dam sabo laju lahar dari Gunung Merapi yang masuk Kali Woro bisa dihambat. ”Di atas tanggul itu nantinya ditanami pohon-pohon,” kata Suwarta pula. Tentang keluhan masyarakat belum adanya batas pengaman kiri-kanan, Suwarta menjelaskan sekarang sedang dibuat dengan memberikan tumpukan (banthak) sebagai pengaman agar tebing hutan tidak longsor. Ketinggian pengaman bervariasi antara 10 meter hingga 20 meter.

Setelah dam sabo itu nanti selesai dibangun, masyarakat tetap diperbolehkan menambang pasir di dalam dam. Pembangunan dam diperkirkaan melibatkan sebanyak 200 warga setempat. (Sit)-c.

http://222.124.164.132/article.php?sid=126724

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: