SETAHUN ERUPSI MERAPI; Warga Tahlilan dan Gelar Sedekah Bumi

SETAHUN ERUPSI MERAPI; Warga Tahlilan dan Gelar Sedekah Bumi
Friday, 15 June 2007, Berita Utama (Hlm Luar)

SLEMAN (KR) – Peringatan Setahun Erupsi Merapi diadakan di Kaliadem Sleman dan Kemalang Klaten. Selain ditandai dengan doa bersama untuk mengenang peristiwa 14 Juni setahun silam lalu juga dilakukan sedekah bumi.

Di Kaliadem Cangkringan, orangtua dan saudara-saudara Sudarwanto, korban erupsi Gunung Merapi yang tewas di bunker Kaliadem bersama Suwarjono pada 14 Juni 2006 silam, berdoa khusuk di depan pintu bunker. Doa dipanjatkan usai mengikuti tahlilan di Gedung Bunder Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Sleman, Kamis (14/6).

Acara ini diselenggarakan tepat satu tahun, pada hari dan jam yang sama ketika peristiwa erupsi besar Merapi terjadi, yang mengakibatkan terkuburnya kawasan wisata Kaliadem berikut tewasnya dua relawan Artha Graha tersebut di dalam bunker. ”Kami sudah melakukan selamatan dan tabur bunga bersama warga pada tanggal 4-5 Juni 2007 lalu,” tutur Ny Boniyem, ibu kandung Sudjarwanto.

Cuaca di Kaliadem saat acara itu berlangsung nyaris sama seperti ketika peristiwa erupsi Merapi 14 Juni 2007 terjadi. Gunung tersebut dari puncak hingga ke bawah tertutup kabut tebal. Wakil Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo yang hadir di acara tahlilan juga menyempatkan diri mengunjungi bunker Kaliadem, didampingi Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Sleman Ir Widi Sutikno MSi. Hadir pula petugas pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Panut dan dua rekannya.

Menurut Sri Purnomo, acara itu sebagai momen yang baik untuk mengenang dan sekaligus mencari alternatif antisipasi, bila terjadi bencana Merapi. ”Selain memberikan manfaat, keberadaan Gunung Merapi juga memerlukan perhatian yang khusus. Mengingat sewaktu-waktu dapat terjadi bencana. Suatu proses alam yang berpotensi merusak, tak akan menjadi bencana, bila dapat dikelola dengan baik,” sebutnya.

Sementara itu di Kemalang Klaten, peringatan Setahun Erupsi ditandai dengan upacara Sedekah Bumi. Iring-iringan tumpeng yang dibawa sejumlah warga Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang Klaten, Kamis (14/6) sekitar pukul 12.30 tiba di pelataran bekas Pesanggrahan Pakubuwono X. Selanjutnya tumpeng-tumpeng itu dijajar rapi di atas tikar yang digelar di teras bangunan induk pesanggrahan. Tumpeng dari nasi gurih dan nasi golong dilengkapi dengan ubo rampe seperti ingkung, pisang raja, kacang panjang, dan juga sayur lodeh kluwih. Tidak lupa buah-buahan dan jajan pasar.

Beberapa warga pedesaan yang nampak polos langsung duduk bersila di sekitar tumpeng berhadap-hadapan dengan para pejabat. Nampak pada jajaran itu Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Tri Prasetyo, Sekda Klaten Indarwanto, Zaenal Mustopo dan Suwarta dari KPH Surakarta serta Muspika Kecamatan Kemalang. .

Tidak lama kemudian Ismo Pitoyo memimpin doa yang diamini tamu undangan. Dirangkai dengan sambutan-sambutan dari para pejabat yang hadir, akhirnya acara itu dilanjutkan dengan kembul bujono atau makan bersama. ”Acara ini sebagai tanda syukur dan mohon keselamatan pada Tuhan agar Gunung Merapi selalu memberi berkah pada warga,” kata Kepala Desa Sidorejo, Suroso. (Sto/Ims/Sit/Has)-z.

http://222.124.164.132/article.php?sid=127122

Satu Balasan ke SETAHUN ERUPSI MERAPI; Warga Tahlilan dan Gelar Sedekah Bumi

  1. […] di beberapa daerah seperti di: Pati , Jepara, Depok, Semarang, Majalengka, Solo, Madiun, Jakarta, Sleman, Margoyoso Pati, DIY,  Jakarta era Fauzi Bowo, Bali, Surabaya, dan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: