BBC 1: Juara lomba atasi bencana

Juara lomba atasi bencana

Salah seorang pemenang, Sukiman, bersama Anton Alifandi dan Menuk Suwondo
Sukiman, koordinator Paguyuban Warga Lereng Gunung Berapi, mendapat hadiah laptop dari BBC
Adalah kenyataan bahwa bencana alam memang selalu ada. Kalaupun kedatangan bencana tidak dapat dihindari, dapatkah kita mengurangi dampaknya?

Bagaimana masyarakat bisa menolong diri sendiri atau lingkungannya untuk mengurangi dampak bencana?

Adakah cara yang mudah diterapkan di lapangan, tidak mahal dan bermanfaat bagi masyarakat umum bila terjadi bencana?

Ratusan pendengar BBC Siaran Indonesia telah menuliskan gagasan mereka dalam lomba yang berkaitan dengan rangkaian acara khusus yang bertema :’Sebelum bencana datang lagi…’

Di antara gagasan yang dikirim ke BBC, banyak yang menyebut bahwa upaya mengurangi dampak bencana sebaiknya dilakukan secara terus-menerus dan melibatkan banyak pihak, misalnya dengan membentuk organisasi baru atau mengoptimalkan organisasi kemasyarakatan yang sudah ada.

Ada juga yang menuliskan gagasan untuk mengatasi persoalan praktis tertentu; misalnya bagaimana membuat rakit, menabung persediaan pangan melalui beras jimpitan, cara mengelola sampah, cara membuat tandu, cara membagi bantuan, menghidupkan kembali penggunaan ‘kentongan’ dan banyak lagi.

Tiga pemenang yang meraih komputer jinjing
Paguyuban Warga Lereng Gunung Berapi. Penggagas: Sukiman dan kawan-kawan dari Lereng Gunung Merapi
Badan Kemasyarakatan Urusan Bencana. Penggagas: FX Sigit Purnama dari Semarang
Rumah Bambu dan Pemeliharaan Lingkungan. Penggagas: Achmad Nadjamudin Junus dari Pondok Gede, Jawa Barat.

Hampir semuanya dapat memberikan manfaat dalam skala yang berbeda-beda.

Warga Lereng Gunung Merapi

BBC Siaran Indonesia telah memilih tiga pemenang yang mendapatkan hadiah utama berupa komputer jinjing (laptop); dan beberapa pengirim gagasan menarik lainnya akan mendapatkan bingkisan dari BBC.

Tiga gagasan yang kami pilih untuk memenangkan lomba ini semuanya bisa dimulai atau dilakukan oleh warga masyarakat biasa.

Semuanya bisa dimulai dengan biaya awal yang relatif murah, melibatkan anggota masyarakat dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat di lingkungannya.

Pemenang pertama adalah Paguyuban warga lereng gunung berapi, dengan penggagas Sukiman beserta kawan-kawan dari Lereng Gunung Merapi

Paguyuban desa ini bertujuan mengembangkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya dan pengurangan dampak bencana.

Organisasi ini bersifat independen, beranggotakan dan dikelola oleh masyarakat setempat, dengan program kerja yang jelas dan berkesinambungan.

Rumah bambu
Rumah kayu/bambu digagas oleh Achmad Nadjamudin Junus

Dalam melaksanakan kegiatan meredam dampak bencana, organisasi ini bekerja sama dengan badan-badan relevan yang sudah ada (kalangan akademis, SAR, BMG, PMI dan berbagai LSM).

Organisasi ini menggunakan radio komunitas sebagai media untuk menyampaikan informasi secara cepat dan sarana komunikasi bagi masyarakat di lingkungan daerah operasinya.

Pola organisasi ini sederhana dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan rawan bencana dengan manfaat langsung dirasakan oleh anggotanya. Dan gagasan ini sudah teruji penerapannya.

Gagasan selengkapnya

Badan Kemasyarakatan Urusan Bencana

Penggagas Badan Kemasyarakatan Urusan Bencana adalah FX Sigit Purnama dari Semarang.

Badan ini dibentuk oleh masyarakat di setiap daerah dan tugasnya adalah mengurangi kemungkinan terjadinya bencana, melakukan penyelamatan ketika terjadi bencana dan membantu melakukan rekonstruksi/rehabilitasi sesudah bencana.

Dalam pelaksanaan fungsinya badan ini bekerja sama dengan lembaga pemerintah/LSM relevan yang sudah ada.

Badan ini harus bekerja secara transparan, bertanggung jawab kepada publik dan dikelola oleh anggota masyarakat yang dipercaya oleh publik.

Keterlibatan masyarakat
Keterlibatan masyarakat mutlak dalam penanggulangan bencana

Pengelola dan pelaksana program memiliki akuntabilitas kepada masyarakat umum supaya tidak ada korupsi, kolusi atau konflik kepentingan.

Keterlibatan langsung warga masyarakat adalah jiwa utama badan ini.

Kendati belum teruji di lapangan, gagasan ini dapat menjadi semacam template atau pola dasar organisasi kemasyarakatan urusan bencana yang berkelangsungan.

Gagasan selengkapnya

Rumah bambu dan pemeliharaan lingkungan

Digagas oleh Achmad Nadjamudin Junus dari Pondok Gede, Jawa Barat, gagasan ini didasarkan pada membudayakan pembangunan rumah panggung dari bambu/ kayu untuk daerah yang rawan gempa dan banjir.

Rumah panggung karena ketinggiannya dapat menghindari banjir.

Walaupun fondasi beton atau batu, bahan bambu/kayu dipilih untuk bangunannya karena bila gempa keras mengguncang, kemungkinan korban jiwa akan lebih kecil dibanding korban runtuhan bangunan beton.

Rumah bambu nyaman ditempati dan cocok untuk cuaca tropis seperti Indonesia.

Bahan bangunan relatif murah, mudah diterapkan, bermanfaat dan sekaligus melestarikan arsitektur adat Nusantara.

Gagasan selengkapnya

BBC Siaran Indonesia menyampaikan terimakasih kepada anda semua yang telah mengirim gagasan.

Walaupun tidak semua pengirim gagasan beruntung mendapatkan laptop, ada beberapa gagasan lain yang menarik dan layak untuk diketahui masyarakat.

Dan kami akan memilih dan menyarikan beberapa gagasan tersebut.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/02/070227_pemenang.shtml

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: