BBC 2: Belajar dari Pasag Merapi Klaten

Gunung Merapi
Paguyuban desa ikut menyiagakan warga di kawasan rawan bencana

Paguyuban desa yang bertujuan mengembangkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya dan pengurangan dampak bencana.

Organisasi ini bersifat independen, beranggotakan dan dikelola oleh masyarakat setempat, dengan program kerja yang jelas dan berkesinambungan.

Pada awalnya hanya beranggotakan beberapa orang warga dengan biaya patungan.

Kegiatan awalnya hanyalah memantau situasi status Gunung Merapi dan mengomunikasikannya secara cepat kepada masyarakat sekitar untuk membantu kesiagaan mereka menghindari bahaya.

Tetapi dengan kemauan anggotanya dan bantuan dari kalangan yang peduli, paguyuban tetangga ini terus berkembang.

Dalam melaksanakan kegiatan meredam dampak bencana, organisasi ini bekerja sama dengan badan-badan relevan yang sudah ada (kalangan akademis, SAR, BMG, PMI dan berbagai LSM).

Organisasi ini menggunakan radio komunitas sebagai media untuk menyampaikan informasi secara cepat dan sarana komunikasi bagi masyarakat di lingkungan daerah operasinya.

Bermodal kemauan
Ketika para petani Lereng Merapi membentuk organisasi ini pada tahun 1996, modal mereka hanyalah kemauan bekerja dan dana seadanya dari kantong mereka sendiri.

Pola organisasi ini sederhana dan mudah diterapkan di berbagai lingkungan rawan bencana dengan manfaat langsung dirasakan oleh anggotanya.

Pola ini sudah teruji oleh sekelompok petani di lereng Gunung Merapi yang mendirikan Pasag Merapi Klaten.

Kepengurusan organisasi ini sederhana dan dipilih setiap tahun: seorang koordinator, seorang sekretaris dan seorang bendahara.

Kader anggota (saat ini mencapai 60 orang) berasal dari tiga desa di lereng Merapi yang menjadi wilayah kerja pokoknya.

Rincian kegiatan

Misi: Bersatu demi kelestarian masyarakat, budaya dan lingkungan Gunung Merapi.

Kegiatan-kegiatannya:

1. Pelatihan manajemen bencana, yang meliputi:
– Pertolongan pertama gawat darurat
– Komunikasi dan system peringatan dini

2. Mendorong kesiapsiagaan masyarakat
– Ronda kesiagaan saat Merapi berstatus Siaga
– Melakukan komunikasi (koordinasi, mencari dan mendistribusikan informasi perkembangan status aktivitas Merapi)
– Pembuatan dan pengenalan titik kumpul serta jalur evakuasi bagi masyarakat
– Mengelola barak pengungsian sementara di tingkat desa
– Membantu pemerintah mengelola barak pengungsian akhir di tingkat kecamatan

3. Tanggap darurat dan pemulihan
– Pelayanan kesehatan (dengan dukungan dari Forum Klaster Merapi dan LSM)
– Distribusi tenda (hasil sumbangan)
– Pembuatan rumah tinggal sementara (dengan dukungan dari LSM)

4. Forum klaster hortikultura Lereng Merapi.
– Pengembangan kemampuan budidaya hortikultura (sayur-mayur)
– Intensifikasi usaha peternakan, perkebunan dan penghijauan oleh rakyat.
– Pengolahan limbah (pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah ternak).

Ketika para petani Lereng Merapi membentuk organisasi ini pada tahun 1996, modal mereka hanyalah kemauan bekerja dan dana seadanya dari kantong mereka sendiri.

Setelah organisasi ini terbukti berjalan dengan baik barulah dukungan intelektual maupun material datang dari lembaga-lembaga lain.

Forum Klaster Hortikultura adalah pengembangan terbaru dari program mereka, yang lahir pada tahun 2002 dengan modal dari anggota. Belum lama ini pemerintah memberikan bantuannya.

Media Informasi: Radio Komunitas Lintas Merapi 107.9 FM, yang berdaya pancar 40 watt mengudara pada pk 0600-2400 selalu mengawali acara dengan informasi situasi Merapi dan aktivitas masyarakat sekitar.

Dalam keadaan biasa, isinya didominasi oleh hiburan, tetapi dalam keadaan siaga radio ini mengaktifkan fungsinya sebagai media komunikasi dalam menghadapi bahaya bencana.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/02/070227_merapigrouping.shtml

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: