BBC 3: Rumah bambu lebih tahan bencana

BBC 3: Rumah bambu lebih tahan bencana

Rumah babmbu/kayu
Rumah bambu/kayu digagas oleh Achmad Nadjamudin Junus
Pembangunan rumah panggung dari bahan bambu dan kayu perlu digalakkan untuk daerah rawan gempa dan banjir.

Rumah panggung dipilih karena ketinggiannya dapat menghindari banjir. Walaupun fondasi beton atau batu, bahan bambu/kayu dipilih untuk bangunannya, karena bila gempa keras mengguncang, kemungkinan korban jiwa akan lebih kecil dibanding korban runtuhan bangunan beton.

Rumah bambu nyaman ditempati dan cocok untuk cuaca tropis seperti Indonesia. Bahan bangunan relatif murah, mudah diterapkan, bermanfaat dan sekaligus melestarikan arsitektur adat Nusantara.

Saran-saran

1. Mulailah membangun rumah panggung dari bambu/anyaman bambu. Ketinggian lantai rumah bisa dibuat setengah meter, satu atau dua meter dari tanah –tergantung ketinggian air banjir yang diantisipasi bisa melanda lokasinya.

Bentuknya bisa mengikuti pola arsitektur tradisional/ rumah adat yang ada di Indonesia (misalnya rumah gadang di Sumatra Barat, rumah panggung Sumatra Selatan atau saung di daerah Jawa Barat), atau dimodifikasi menurut kaidah keindahan arsitektur modern.

Antisipasi banjir
Setiap rumah dilengkapi dengan rakit bambu dan beberapa ban bekas yang digantung di salah satu sisi dindingnya. Rakit dan ban akan bermanfaat bila banjir datang melanda.

2. Bagaimana dengan rumah beton satu lantai yang sudah terlanjur ada – sementara banjir mulai sering datang? Ruangan yang terbuat dari bambu/kayu bisa didirikan di atas bangunan.

Lantai atas ini tidak perlu terbuat dari beton, melainkan bisa menggunakan kayu atau bambu. Estetika rumah kombinasi beton-bambu ini bisa diserahkan kepada para arsitek.

3. Setiap rumah dilengkapi dengan rakit bambu dan beberapa ban bekas yang digantung di salah satu sisi dindingnya. Rakit dan ban akan bermanfaat bila banjir datang melanda.

4. Pompa air tidak lagi diletakkan di tanah, tetapi harus beberapa meter di atas tanah –misalnya satu level dengan lantai satu rumah. Dengan begitu pompa tetap dapat berfungsi ketika banjir menggenang.

5. Di setiap RW atau wilayah tertentu dibentuk Tim Pemantau/Pembersih sampah yang dikelola dan dibiayai oleh warga masyarakat di lingkungannya.

Tugas utamanya adalah memelihara dan menegakkan kebersihan lingkungan. Tetapi liputan pemantauannya tidak hanya sampah rumah tangga, melainkan juga sampah atau kotoran yang mengganggu kebersihan prasarana umum seperti misalnya selokan dan WC umum.

Tim pemantau beranggotakan warga masyarakat dan bekerja sama dengan badan pemerintah setempat yang sudah ada.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/02/070227_bambohouse.shtml

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: