Dana Rp 4 Juta, Tidak Perlu Cepat, yang Penting Pasti

Dana Rp 4 Juta, Tidak Perlu Cepat, yang Penting Pasti

Rumah milik Tugiman (34) memang tak lagi terlihat rusak. Dinding- dinding yang dulu retak akibat gempa bumi itu kini sudah ditambal dan dicat ulang. Genteng dan rangka atap pun sudah terpasang kokoh di bagian teratas dari rumahnya.

Walau begitu, kondisi baik ini tidak serta-merta membuat warga RT 04 Dusun Garjoyo, Imogiri, Bantul, tersebut merasa tenang. Ada sedikit ganjalan di hati, mengingat dana yang digunakan untuk memperbaiki rumahnya yang dikategorikan rusak sedang itu didapat dengan cara berutang pada bank.

“Dulu pinjamnya Rp 3 juta. Sampai sekarang masih dicicil. Sementara, total biaya perbaikan rumah kira-kira lebih dari Rp 4 juta, sisa dana berasal dari tabungan saya sendiri,” tutur Tugiman, Jumat (8/6).

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual gorengan di Pasar Barongan ini masih beruntung. Di tempat lain, ada banyak warga Bantul yang belum bisa memperbaiki rumahnya akibat gempa karena tidak ada dana.

Rumah Sugiyanto (56), warga Dusun Mayongan, Trimurti, Srandakan, Bantul, misalnya, masih terlihat retak di bagian gunungan atap. Ia belum mampu memperbaiki rumah karena penghasilannya sebagai penjahit tidak mencukupi.

Kedua warga ini pun terus berharap akan turunnya dana bantuan rekonstruksi bagi rumah rusak sedang sebesar Rp 4 juta per kepala keluarga. Sejak masa tanggap darurat, enam bulan pascagempa, mereka telah didata sebagai calon penerima bantuan tersebut. Akan tetapi, hingga kini belum ada satu pihak pun yang bisa memastikan kapan dana tersebut akan turun.

“Kami tahu, kerusakan rumah kami mungkin tidak seberapa dibanding rumah warga lain. Kami juga masih bisa bersabar sampai saat pencairan dana itu tiba,” tutur Tugiman.

Sementara itu, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menyatakan tiap rumah rusak sedang memang akan mendapat bantuan Rp 4 juta. Namun, kepastian mengenai dana tersebut juga akan diterima warga yang datanya menyusul masih menunggu keputusan rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota pada Kamis (14/6) di Kepatihan.

Sultan juga mengaku masih harus menunggu kepastian data by name dari tiap kabupaten dan kota. Tanpa data tersebut, pemerintah provinsi kesulitan dalam menentukan kepastian waktu pencairan. “Dananya sudah ada. Begitu data masuk dan telah diverifikasi, uangnya langsung cair,” ungkap Sultan.

Data by name untuk rumah rusak sedang dan ringan, lanjut Sultan, harus segera masuk ke pemerintah provinsi, agar diperoleh kepastian jumlah dan tidak terjadi pembengkakan data lagi. “Kami ingin mencairkan secepat mungkin, tetapi kok datanya enggak masuk-masuk,” ujarnya.

Menurut Sultan, alokasi dana yang akan dipakai untuk menutup kekurangan anggaran akibat pembengkakan, yang diperkirakan mencapai Rp 40 miliar, kemungkinan akan berasal dari sisa anggaran bagi rumah rusak ringan, sekitar Rp 11 miliar. Sementara sisanya, Rp 29 miliar, akan dicarikan dari sumber dana lain yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2007.

“Akan kami bicarakan lagi, prinsipnya adalah tidak menaikkan anggaran ke pemerintah pusat. Tetapi, pasti ada peruntukan lain yang harus dipotong guna menutup kekurangan dana ini,” tutur Sultan.

Di sisi lain, bantuan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga (KK) juga masih dalam proses perizinan ke pemerintah pusat.

Rencananya, pencairan dana akan melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang terdiri dari 50 KK, dalam satu rekening. Pihak bank akan mendekat ke masyarakat dengan mendatangi tiap kecamatan dan proses pencairan akan ditunggui petugas dari pemerintah provinsi agar tidak ada pemotongan, serta dana bisa tersalur tepat sasaran. (AB2/AB9)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/09/jogja/1038292.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: