Isu Tsunami Lewat SMS Cenderung Menyesatkan

Isu Tsunami Lewat SMS Cenderung Menyesatkan
CNN International Bantah Telah Menginformasikannya

Jakarta, Kompas – Sejumlah pejabat berwenang yang terkait dengan masalah dan dampak bencana serta perubahan iklim di Indonesia memastikan bahwa isu bakal terjadi gempa dan tsunami yang disebut-sebut akan melanda wilayah Indonesia, bahkan dengan tanggal tertentu pada Juni ini, dinilai menyesatkan publik.

Hal itu disampaikan sejumlah pejabat di instansi yang bertanggung jawab terhadap masalah mitigasi bencana, seperti Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Badan Koordinasi Penanganan Bencana Nasional, dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), dalam jumpa pers bersama di Kantor Menkokesra, Kamis (7/6).

“Sejauh ini belum ada teknologi yang mampu mendeteksi akan terjadinya gempa. Padahal, sebagian besar tsunami di Indonesia disebabkan gempa. Berita-berita yang menyebutkan akan adanya tsunami dengan waktu yang tepat adalah kebohongan,” ujar Kepala Bidang Seismotektik dan Tsunami Fauzi.

Deputi Bidang Kerawanan Sosial Menkokesra Asep Karsidi mengatakan, informasi akan terjadinya tsunami ini beredar di masyarakat lewat layanan pesan singkat (SMS) dan media massa.

Bantahan CNN International

Kantor berita CNN disebut-sebut sebagai sumber dari berita tersebut. “Pihak CNN telah meberikan klarifikasi dengan menyangkal bahwa informasi tersebut tidak benar, dan bukan berasal dari mereka,” kata Asep.

Dalam surat elektronik yang dikirimkan oleh Associate Producer CNN International, Andy Saputra ke Asep Karsidi disebutkan bahwa CNN tidak pernah menyebutkan isu tersebut, baik melalui jaringan televisi mereka maupun lewat internet.

Menurut Fauzi, isu yang beredar mengenai tsunami kali ini, sama polanya dengan isu-isu yang beredar sebelumnya.

“Pada 6 April, pukul 16.00 tahun 2005 pernah diramalkan akan terjadi gempa dan tsunami. Dan pada tahun 2006, pada hari dan jam yang sama juga pernah diramalkan akan terjadi gempa dan tsunami. Kali ini, diramalkan pada 7 Juni,” papar Fauzi.

Kabar bohong akan adanya bencana itu dikhawatirkan membuat masyarakat tak lagi percaya dengan peringatan dini tsunami, yang saat ini sistemnya tengah dikerjakan oleh pemerintah.

Berbunyinya sirene tsunami di Aceh karena kesalahan teknis pada Senin lalu, menurut Asep, juga bisa membuat masyarakat hilang kepercayaan.

“Jika masyarakat terus ditipu dengan informasi yang salah, kami khawatir suatu saat masyarakat tak percaya informasi yang benar,” kata Asep.

Fauzi menjanjikan, pihaknya akan menyempurnakan sirene tsunami yang telah di pasang di Aceh, Padang, dan Bali dan dalam sebulan ini perbaikan selesai.

Kepala BMG Sri Woro Budiati Harijono, yang tengah berada di Aceh, mengatakan, untuk sementara BMG akan menempatkan empat radio internet (ranet) bersistem satelit untuk menginformasikan gempa dan potensi tsunami di Aceh. Sirene di Kajhu mungkin berbunyi saat tes uji sirene dengan cara mengirimkan SMS ke sinyal sirine setelah semua perangkat diservis tim teknis. (AIK/LOK)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/08/humaniora/3587029.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: