Jakarta Bisa Kena Imbas Bencana, Cekungan Bandung Ditengarai Dalam Kondisi Kritis

Jakarta Bisa Kena Imbas Bencana, Cekungan Bandung Ditengarai Dalam Kondisi Kritis

Bandung, Kompas – Cekungan Bandung dalam kondisi kritis. Penebangan pohon yang menyebabkan menurunnya persediaan air diperkirakan tidak cukup kuat menjadi benteng pemanasan global. Ini berbahaya dan berdampak pada bencana pertanian, budaya, dan perilaku di Bandung.

Yang lebih mengerikan lagi, dampak bahaya ini tidak hanya dirasakan di Bandung dan sekitarnya, tetapi juga merambat hingga daerah sekitarnya, antara lain Jakarta, Cianjur, Purwakarta, dan Karawang.

Menurut pakar hidrologi Universitas Padjadjaran Chay Asdak, Kamis (7/6), Cekungan Bandung harus lebih waspada menghadapi hal ini. Sebab, tanpa ada pemanasan global sekalipun, Cekungan Bandung sangat rusak karena terganggunya kawasan Bandung utara.

Banjir dan longsor, menurut Asdak, menjadi ancaman nyata yang akan terjadi bila masalah ini terjadi. Apabila pemanasan global terjadi, secara umum bisa diprediksi terjadi peningkatan suhu yang akhirnya menyebabkan peningkatan air laut. Selain itu, daerah tropis juga akan mendapatkan hujan lebih banyak, sementara daerah yang telah kering akan semakin kering ke depannya.

Namun, hal lain yang tidak kalah penting juga harus diwaspadai. Petani di sekitar wilayah Cekungan Bandung harus waspada dan mengantisipasi gagal panen atau gagal tanam yang mungkin terjadi karena perubahan iklim. “Cur cor caina”

“Pemanasan global atau perubahan iklim tidak bisa kita cegah. Namun, dengan penataan atau reboisasi di lingkungan Cekungan Bandung, dampak itu bisa kita antisipasi,” kata Asdak.

Hal yang sama juga dikatakan Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung. Menurut dia, saat ini Cekungan Bandung dalam masalah besar.

Ia memberi contoh kerusakan yang terjadi di Kota Bandung. Saat ini pembangunan baru banyak terjadi, tetapi mengindahkan tanaman atau pohon penangkap air. Bahkan, setiap membangun rumah, pohon besar kebanyakan ditebang begitu saja.

Selain secara fisik Bumi, Bachtiar juga mengatakan, kerusakan ini menimbulkan kerugian dalam hal perilaku dan budaya. Dengan banyaknya pohon yang ditebang, suhu di sekitar pun akan panas. Selanjutnya hal itu akan membuat sikap menjadi lebih agresif disertai penurunan prestasi manusia yang berada di cekungan itu.

“Istilah cur cor caina mungkin tidak akan ditemui lagi di Bandung bila wilayah cekungan terus dirusak tanpa berusaha diperbaiki,” kata Bachtiar.

Dari sisi budaya, ciri dan identitas Bandung sebagai kota yang banyak didatangi orang karena kesejukan udaranya pun akan memudar. Padahal, itulah yang membuat nama Bandung tersohor hingga ke luar negeri. (CHE)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/08/Jabar/22753.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: