Korban Lumpur Harapkan Solidaritas

Korban Lumpur Harapkan Solidaritas
Gus Dur Luncurkan Buku “Titanic Made in Lapindo”

SIDOARJO, KOMPAS – Korban luapan lumpur panas Lapindo di Porong, Kabupaten Sidoarjo, menyerukan perlunya solidaritas demi perbaikan nasib. Mereka juga meminta dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk membantu perjuangan mendapatkan ganti rugi yang adil.

Harapan itu dikatakan Pitanto, wakil warga korban lumpur Lapindo, saat menyampaikan pernyataan sikap menyambut kunjungan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke Posko Pengungsian Korban Lumpur Lapindo di Pasar Baru Porong, Minggu (10/6).

Gus Dur yang juga Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa itu meminta pemerintah serius membantu korban lumpur Lapindo.

“Pemerintah harus ingat membantu korban lumpur bukan hanya dalam kata-kata, tetapi dalam tindakan konkret,” kata Gus Dur saat menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran buku Titanic Made in Lapindo. Peluncuran buku yang ditulis HM Maksum Zuber (Gus Maksum) dari Pondok Pesantren Abil Hasan Asy Syadzily Sidoarjo itu juga dilakukan di posko pengungsian.

Sekitar 500 korban lumpur Lapindo datang ke acara ini, kebanyakan ibu-ibu yang membawa serta anaknya. Mereka berkumpul sejak pukul 08.00 meski Gus Dur baru tiba sekitar pukul 10.00 bersama Ny Shinta Nuriyah dan Yenny Wahid.

Cuaca panas siang itu tidak menghalangi warga nahdliyin datang ke posko pengungsian. Mereka bahkan rela berpanas-panas di luar tenda terpal yang tak mampu menampung warga nahdliyin.

Menurut Gus Dur, selama ini pemerintah, baik pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bukannya tidak sanggup membantu korban lumpur, tetapi tidak mau menolong korban lumpur.

Teruslah berjuang

Pada kesempatan itu, Gus Dur menegaskan bahwa bencana lumpur Lapindo bukanlah hal yang kecil. Untuk itu, pemerintah harus turun tangan dan ikut menanggung bersama kerugian yang diderita masyarakat. “Uang harus disediakan oleh pemerintah untuk relokasi sementara bagi korban lumpur,” tambahnya.

Dia juga mengatakan, begitu banyak uang yang telah dikeluarkan Lapindo Brantas Inc, tetapi uang itu tidak sampai kepada korban lumpur. “Uangnya banyak yang nyangkut di birokrasi,” ujar Gus Dur disambut tepuk tangan dari para korban.

Meski kondisi warga korban lumpur tengah terpuruk, Gus Dur tetap meminta warga tetap tenang, sabar, tidak putus asa, dan terus berjuang menuntut haknya. “Ini akan menjadi perjuangan yang panjang. Saya mohon Anda semua terus berjuang,” katanya.

Di sela-sela acara peluncuran buku, Ny Shinta Nuriyah kemarin membuka Posko Gus Dur Peduli di salah satu kios di Pasar Baru Porong. Saat pembukaan, posko membagikan susu kepada 277 anak berusia di bawah lima tahun yang berada di pengungsian.

Menurut koordinator Posko Gus Dur Peduli, Ahmad Najib Martak, posko akan dibuka 24 jam. Nantinya posko akan berperan dalam meningkatkan gizi anak-anak balita, mengadakan pengajian, membantu pelajar yang tidak mampu sekolah karena kekurangan biaya, dan juga pelayanan kesehatan. Seluruh dana operasional posko berasal dari Yenny Wahid, putrinya. (APA)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/11/daerah/3591131.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: