Menuntut Kepastian Status Hukum Tanah Keraton

Menuntut Kepastian Status Hukum Tanah Keraton

Sejak berlakunya Undang-Undang No 5/1960 tentang Pokok Agraria, tanah-tanah keraton di DI Yogyakarta tidak memiliki kepastian hukum formal. Sebab, mengacu pada diktum keempat UU tersebut, hak atas bumi dan air di daerah swapraja atau wilayah yang asal-usulnya memiliki penerintahan sendiri beralih kepada negara. Sementara, di sisi lain Pasal 4 UU No 3/1950 tentang Pembentukan DIY menyebutkan bahwa persoalan di bidang pertanahan menjadi salah satu urusan rumah tangga dan kewajiban daerah kasultanan.

Tak heran, sebagian masyarakat berharap kepemilikan tanah keraton memiliki kepastian hukum, seperti terangkum dalam hasil jajak pendapat ini. Sebanyak 72 persen responden berpendapat bahwa semua tanah bekas swapraja ini sebaiknya wajib memiliki sertifikat yang diakui negara.

Mereka (66 persen responden) juga tidak setuju kalau tanah tersebut diserahkan atau diakui sebagai milik negara. Menurut responden, lebih baik tanah sultan itu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat atau pemerintah dengan cara menyewa kepada keraton (lihat Grafis).

Dengan adanya kepastian status tanah sultan maupun pemanfaat- aanya itu, maka urusan administrasi pertanahan dan batas serta luas wilayah DIY bisa terpetakan secara jelas. Sebab, dalam praktiknya pemerintah dan masyarakat selalu meminta izin pada keraton saat memerlukan tanah eks swapraja itu. Padahal, perbedaan kepentingan di kedua pihak atas pemanfaatan tanah keraton sering kali berujung pada konflik.

Misalnya saja, tahun 2005 di Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, warga menolak kompensasi dari pemerintah kota yang saat itu hendak membangun kantor kecamatan di atas tanah keraton yang mereka tempati. (BIMA BASKARA/LITBANG KOMPAS)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/11/jogja/1038337.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: