Persiapan dan Kewaspadaan Bisa Kurangi Jumlah Korban

Persiapan dan Kewaspadaan Bisa Kurangi Jumlah Korban

Jakarta, Kompas – Benua Asia merupakan wilayah paling rawan terkena bencana. Lebih dari 75 persen korban bencana tinggal di Asia. Indonesia tergolong di antara negara Asia yang paling rawan bencana. Namun, jumlah korban bisa dikurangi jika dilakukan persiapan untuk menghindari bencana, mitigasi, perencanaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana.

Hal itu mengemuka dalam kuliah tamu “Spanish View and Model to Face Disaster” yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Pedro Arcos Gonzalez, guru besar dari Unit Riset tentang Keadaan Darurat dan Bencana, Departemen Kedokteran, Universitas Oviedo, Spanyol, saat ini dunia menghadapi pelbagai bencana dalam skala yang tidak bisa diprediksi. “Dalam dua dekade terakhir, setiap tahun lebih dari 260 juta orang terkena bencana alam dengan kerugian 67 juta dollar AS dan korban jiwa rata-rata 60.000 orang,” ujarnya.

Faktor risiko bencana adalah rendahnya tingkat pembangunan sumber daya manusia, kerentanan sosiopolitik, ledakan demografi dan kelemahan perencanaan kota, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, kurang hati-hati dalam menggunakan teknologi berisiko tinggi. Contohnya, suatu wilayah dengan penduduk padat dan struktur bangunan yang kurang kokoh, akan banyak terjadi korban jika digoncang gempa dahsyat.

Rafael Castro Delgado dari institusi yang sama menekankan pentingnya upaya pencegahan, mitigasi untuk mengurangi dampak bencana. Hal lain yang penting diperhatikan adalah pengorganisasian dan perencanaan tanggap darurat bencana serta memperingatkan sistem kegawatdaruratan dan masyarakat untuk waspada.

Untuk itu, siklus penanganan bencana berupa persiapan—baik logistik maupun kemampuan manajemen—kewaspadaan akan datangnya bencana, penanganan kegawatdaruratan saat bencana, sampai rehabilitasi seusai bencana perlu mendapat perhatian.

Di Spanyol, infrastruktur dalam menghadapi bencana telah tertata. Ada satu nomor telepon bebas pulsa untuk semua kebutuhan kegawatdaruratan, untuk memanggil polisi, ambulans, sampai pemadam kebakaran. Juga terkait persiapan logistik untuk membantu masyarakat sesuai tingkatan bencana, termasuk kesiapan regu penolong serta tenaga kesehatan. (atk)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/11/humaniora/3588913.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: