Tata Ruang DIY Belum Berperspektif Bencana

Tata Ruang DIY Belum Berperspektif Bencana

Friday, 15 June 2007, Universitaria
YOGYA (KR) – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY yang sudah ada saat ini belum begitu berperspektif bencana. RTRW yang ada masih terfokus pada bencana yang umum di DIY seperti aktivitas Merapi, tanah longsor maupun kekeringan. Terjadinya bencana gempa bumi dan rangkaian bencana lainnya di DIY mendorong Pemprop untuk membuat RTRW DIY yang baru. Penyusunan RTRW Propinsi DIY Tahun 2007 akan melibatkan komponen masyarakat.

Hal tersebut dikemukakan Wahyu Budi Nugraha dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propinsi DIY dalam Diskusi Lingkungan dan Tata Ruang Pasca Bencana yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bersama Fakultas Hukum Universitas Atmajaya di Gedung FH UAJY, Senin (11/6). Tampil sebagai pembicara lainnya Dr Bobby Setyawan (Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM), Sofyan SAg (Manager Disaster Eknas Walhi).

Wahyu Budi mengungkapkan, RTRW DIY yang dibuat dalam Perda No 10 tahun 2005 tersebut sebenarnya sudah berspektif bencana, namun lebih kepada daerah-daerah yang selama ini terkena bencana seperti Merapi, tanah longsor, kekeringan. “Memang belum begitu dalam karena saat itu DIY dinilai sebagai daerah aman selain bencana yang memang sudah ada,” kata Wahyu. Apalagi, tambah Wahyu, DIY saat itu masih menjadi daerah tujuan masyarakat di Indonesia untuk menghabiskan hari tua.

Hal ini menunjukkan bahwa DIY aman dan memberikan kenyamanan sebagai tempat tinggal. Dengan adanya bencana yang banyak melanda Indonesia khususnya Yogyakarta, maka RTRW DIY yang berlaku muai tahun 2005 tersebut akan diubah lewat penyusunan RTRW 2007 yang diharapkan benar-benar berspektif bencana.

“Kami akan segera menyosialisasikan kepada masyarakat tentang penyusunan RTRW, perwakilan masyarakat akan kami undang untuk terlibat dalam penyusunan,” imbuh Wahyu.

Secara umum, kata Wahyu, RTRW yang akan dibuat menjadi salah satu alat kebijakan dalam manajemen Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang di dalamnya mengandung perencanaan untuk kegiatan pencegahan, mitigasi, persiapan, akan terjadinya bencana hingga terjadinya bencana. RTRW juga harus memberikan gambaran mengenai peristiwa dan perubahan yang akan terjadi dan mampu mengakomodasi peristiwa dan perubahan itu. Serta dampaknya pada kurun perencanaan sehingga dapat dipedomani dalam melaksanakan pembangunan. (R-1)-g

http://222.124.164.132/article.php?sid=127081

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: