Titik Api, Pemegang HPH Diancam Sanksi Terkait Kebakaran

Titik Api, Pemegang HPH Diancam Sanksi Terkait Kebakaran

Jambi, Kompas – Para pengusaha pemegang hak pemanfaatan hutan dan tanaman industri yang lalai akan dikenai sanksi, di antaranya pencabutan izin pemanfaatan. Mereka diminta mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan seiring munculnya banyak hot spot atau titik api di Jambi.

Sanksi tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1980 tentang Kehutanan. Semua perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH) dan hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI) harus mempersiapkan perlengkapan antisipasi kebakaran melalui pemkab dan pemkot. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Budidaya, Kamis (7/6).

Tahun-tahun sebelumnya Jambi merupakan salah satu wilayah yang memiliki paling banyak titik api. Antisipasi para pengusaha antara lain dengan melakukan penyuluhan terhadap warga sekitar hutan.

Tahun 2006 ada lebih dari 6.000 titik api muncul di musim kemarau. Tahun-tahun sebelumnya sekitar 1.600 titik. Pada awal Juni ini sudah muncul 128 titik api. Ini dikhawatirkan bertambah terus jika tak ada antisipasi.

Perusahaan pemilik HPH dan HPHTI setidaknya memiliki sarana minimal seperti embung air, alam-alat pemadam, dan regu pemadam. Pemerintah sendiri, melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi, menyiapkan brigade pengendali kebakaran hutan beranggotakan 210 orang. Adapun Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menyiapkan dana penanggulangan kebakaran Rp 400 juta.

Butuh helikopter

Pemprov Kalimantan Tengah membutuhkan helikopter untuk memantau kebakaran lahan dan hutan. Luas provinsi ini satu setengah kali luas Pulau Jawa.

Keinginan ini disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dalam apel siaga pengendalian kebakaran lahan dan hutan Makin Group di PT Katingan Indah Utama, Desa Kabuau, Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (6/6).

Dalam sambutan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan yang dibacakan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Sonny Partono terungkap titik api di Kalteng tahun 2006 ada 40.897, meningkat hampir 11 kali dari tahun 2005 (3.147). Tahun 2006 jumlah titik api se-Indonesia mencapai 147.000 buah. (CAS/ITA)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/08/daerah/3586611.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: