BANK BANK ASING DIDESAK TIDAK DANAI LAPINDO LAGI

BANK BANK ASING DIDESAK TIDAK DANAI LAPINDO LAGI

Sampai saat ini, Lapindo Brantas, belum juga membayar santunan ganti rugi kepada masyarakat yang dirugikan akibat semburan lumpur panas. Padahal perusahaan-perusahaan di sekitar Lapindo tetap saja menerima kucuran dana dari bank-bank besar di luar negeri seperti Credit Suisse, Barclays, Fortis dan Merill Lynch & Co. Apakah seruan Wahana Lingkungan Hidup Sedunia, Friends of Earth, akan berhasil dalam upaya menghentikan kucuran dana itu sebelum Lapindo membayar ganti rugi? Jika pun aliran dana itu dihentikan bagaimana Lapindo membayar ganti rugi tersebut? Ikuti wawancara deputi direktur Wahana Lingkungan Hidup, Walhi, Farah Sofa dengan Radio Nederland Wereldomroep:

Kami bekerja sama dengan Friends of the Earth International. untuk menyelidki sebenarnya siapa-siapa saja yang terkait secara keuangan dengan perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan semburan Lapindo di Jawa Timur. Hasilnya ada beberapa bank besar yaitu Credit Suisse, Fortis dan nama lain. Sebetulnya Walhi meminta kepada bank-bank tersebut untuk tidak mengucurkan lagi uang kepada perusahaan-perusahaan yang terkait itu, jika Lapindo menolak untuk bertanggungjawab terhadap kerusakan di Sidoarjo. Walhi sampai saat ini memandang tidak ada itikad baik dari perusahaan Lapindo untuk segera menghentikan semburan lumpur akibat kesalahan operasi dari Lapindo Brantas itu.

Walhi pun tetap berupaya sekuat tenaga agar kucuran dana itu tidak mengalir sebelum Lapindo memberikan ganti rugi. Selain dengan seruan pelarangan itu, Walhi juga akan mengecam jika bank-bank itu tidak mengindahkan seruan Walhi. Karena bank-bank tersebut mengikuti standar universal. Terutama misalnya untuk lingkungan dan hak-hak asasi manusia. Dan yang terjadi di Sidoarjo akibat semburan lumpur panas saat ini adalah pelanggaran hak-hak asasi manusia.

Kalau seruan itu tidak dihiraukan maka Walhi akan meluncurkan kampanye kepada bank-bank tersebut bahwa mereka tidak tunduk dan tidak menghargai prinsip-prinsip hak-hak asasi manusia dan terutama hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang sehat dan bersih. Hasilnya beberapa di antara ban-bank tersebut memberikan reaksi tapi di antara mereka juga menyatakan bahwa penghentian kucuran dana itu bukan wewenang mereka. Hal itu merupakan wewenang pemerintah Indonesia.

Kalaupun kucuran dana dari bank-bank besar itu dihentikan, Walhi beranggapan bahwa Lapindo masih mampu untuk membayar ganti rugi. Lapindo tidak akan bangkrut, Induk perusahaan mereka masih mampu menalangi dana ganti rugi itu dan mereka masih memiliki blok-blok yang lain. Jadi Farah Sofa tidak yakin bahwa Lapindo akan kesulitan dalam hal pendanaan untuk ganti rugi.

Ikuti wawancara selanjutnya di situs web kami: http://www.ranesi.nl/arsipaktua/indonesia060905/bank_asing_lapindo070622

——————————–
Date: Fri, 22 Jun 2007 14:50:02 +0000
From: Radio Nederland Berita list manager
Subject: Warta Berita – Radio Nederland, 22 Juni 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: