DUA DUSUN DI SRANDAKAN TIDAK MASUK ‘BY NAME’; Yang Tercecer Berpeluang Untuk Susulan

DUA DUSUN DI SRANDAKAN TIDAK MASUK ‘BY NAME’; Yang Tercecer Berpeluang Untuk Susulan

Monday, 18 June 2007, Yogyakarta
BANTUL (KR) – Selain menemukan penerima bantuan dobel, verifikasi rumah rusak sedang dan ringan yang dilakukan 1.500 guru juga menjumpai data yang tidak masuk daftar by name. Seperti yang terjadi di Kecamatan Srandakan, yakni Dusun Sapuangin (Trimurti) dan Jrangan II (Poncosari). Mereka yang terlewatkan ini masih berpeluang untuk masuk data susulan. Sebab data yang dimiliki Bagian Administrasi Pembangunan (AP) bukan harga mati.

Bupati Bantul, Drs HM Idham Samawi, Sabtu (16/6) di Japaris mengatakan belum mengetahui secara pasti berapa jumlah penerima bantuan dobel maupun data yang terlewatkan. Namun ia yakin dari hasil verifikasi yang dilakukan oleh 1.500 guru selama 4 hari banyak ditemukan jumlah penerima bantuan dobel. Banyaknya penerima bantuan dobel ini bukan suatu permainan data namun lebih pada rasa ketidakpercayaan warga.

”Tidak ada indikasi permainan data tapi mungkin karena warga ingin coba-coba. Sebenarnya mereka sudah didaftar oleh RT, Dukuh, Lurah atau Camat tapi karena belum yakin mereka datang ke Pemkab untuk melaporkan. Kalau data yang terlewat sejak awal memang ada yang kelewatan tapi itu masih berpeluang untuk masuk susulan karena data yang dimiliki AP bukan harga mati. Dengan verifikasi ini akan diketahui berapa jumlahnya,” ungkapnya.

Meski proses verifikasi yang dilakukan sejak Rabu-Sabtu sudah selesai namun ia belum merekap secara keseluruhan. Hari Rabu besok Pemkab baru bisa melaporkan total jumlah penerima dobel maupun yang terlewatkan.

Sebagian besar penerima bantuan dobel karena sudah tercatat sebagai penerima bantuan Java Reconstruction Fund (JRF), Program Pengentasan Kemiskinan Perkotaan (P2KP), LSM asing maupun Pokmas.

Karena itu, proses verifikasi itu dilakukan untuk mengecek selisih kekurangan maupun kelebihan data sehingga penerima bantuan rumah rusak sedang dan ringan tidak ada yang dobel maupun kelewatan serta tepat sasaran.

Walaupun ada yang kelewatan namun Pemkab tidak akan membuka posko pengaduan karena jika dibuka posko, rekonstruksi tidak akan cepat selesai. Padahal, Pemprop DIY sudah menunggu hasil verifikasi rumah rusak sedang dan ringan yang hanya diberi waktu selama seminggu.

”Harapannya bulan Juni ini dana untuk rumah rusak sedang dan ringan bisa cair. Tapi ternyata dari verifikasi masih harus didiskusikan lagi sehingga kemungkinan awal Juli baru bisa cair,” kata Idham.

Sementara dua dusun di Kecamatan Srandakan, yakni Sapuangin (Trimurti) dan Jrangan II (Poncosari) yang tidak masuk by name telah dilaporkan ke Pemkab. Lurah Trimurti dan Poncosari sudah melaporkan hal itu dan masih menunggu kebijakan dari Pemkab Bantul.

(R-3/Can)-z
http://222.124.164.132/article.php?sid=127385

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: