Jumlah Rumah Rusak Sedang Berkurang

Jumlah Rumah Rusak Sedang Berkurang

BANTUL, KOMPAS – Data jumlah rumah rusak sedang dan ringan di Bantul berkurang lebih dari 3.000 rumah. Banyak warga ternyata sudah menerima bantuan rumah dari donatur atau melalui program pemerintah yang lain.

Selisih rumah ini, menurut Bupati Bantul Idham Samawi, diketahui dari hasil verifikasi yang dilaksanakan empat hari sejak Rabu hingga Minggu pekan lalu. Dari sekitar 105.000 rumah target verifikasi, kini jumlahnya sudah berkurang hingga mencapai angka 101.000.

“Ternyata jumlah warga yang menerima bantuan dobel cukup banyak. Selain dari pihak donatur swasta, mereka telah tercatat sebagai penerima bantuan dari program JRF (Java Reconstruction Fund) dan P2KP (Program Pengentasan Kemiskinan di Perkotaan),” kata Idham, Selasa (19/6).

Hasil verifikasi ini, lanjut Idham, akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta paling lambat Kamis besok. Dengan begitu, dana bantuan diperkirakan cair awal Juli.

Walaupun demikian, jumlah data yang akan diserahkan baru mencakup 98 persen dari total penerima, yakni 40.294 rumah rusak sedang dan 56.948 rumah rusak ringan. Dua persen sisanya, sekitar 4.000 rumah, akan diajukan kemudian karena masih harus diverifikasi ulang.

Idham menjelaskan, tindakan ini terpaksa ditempuh karena ada warga yang merasa belum menerima bantuan rumah dari pihak lain, tetapi telah tercatat dalam basis data pihak donatur. Mereka tetap menuntut untuk disertakan sebagai penerima dana rekonstruksi rumah rusak sedang dan ringan.

Disinggung mengenai pencairan dana bantuan rekonstruksi rumah roboh dan rusak berat untuk kelompok masyarakat (pokmas) susulan, Idham mengatakan tak ada masalah. Hingga Jumat (15/6) lalu sudah 4.000 anggota pokmas yang telah mencairkan dana ini atau sekitar sepertiga dari total anggota pokmas susulan di Bantul.

Sementara itu, di Kabupaten Kulon Progo pengajuan data rumah rusak sedang dan ringan telah ditutup hari Selasa. Total rumah rusak sedang sekitar 3.815, sedangkan rumah rusak ringan mencapai 13.556 rumah.

Jumlah ini, menurut Konsultan Manajemen Kabupaten Kulon Progo Hamam Mutaqim, tidak melebihi kuota awal yang diajukan kepada Pemprov DIY. Sebelumnya, Pemkab Kulon Progo telah mengajukan data 4.337 rumah rusak sedang dan 13.967 rumah ringan

“Tidak terjadi pembengkakan data karena kami melakukan verifikasi. Selain itu, rumah harus dilengkapi dengan foto yang memperlihatkan kerusakan,” ujarnya.

Namun, Hamam mengakui banyak menerima komplain dari warga terkait kriteria kerusakan rumah. Banyak warga ingin terdata sebagai penerima rusak sedang, padahal seharusnya hanya rusak ringan. (AB2/AB9)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/20/jogja/1038723.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: