KORBAN LUMPUR LAPINDO STRES; Interpelasi Bukan Komoditas Politik

KORBAN LUMPUR LAPINDO STRES; Interpelasi Bukan Komoditas Politik

Sunday, 17 June 2007, Berita Utama (Hlm Luar)
SIDOARJO (KR) – Banyak korban lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo Brantas Inc di Porong Sidoarjo Jawa Timur yang mengalami stres akibat penderitaan sudah lebih setahun mereka rasakan. Sementara terkait rencana interpelasi terhadap kasus lumpur Lapindo, kalangan DPR RI menilai bahwa usulan itu murni untuk kepentingan rakyat korban lumpur, bukan komoditas politik.

Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Surabaya William Rahardja di Sidoarjo, Minggu (17/6) mengatakan, pihaknya semula hanya melakukan pengobatan massal, tapi koordinator pengungsi juga meminta psikiater/psikolog. Ternyata, dari 346 pengungsi yang mengikuti pengobatan gratis, banyak yang mengalami depresi atau stres.

”Kami belum melakukan pendataan korban lumpur yang stres, tapi mereka sudah ada yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Porong akibt depresi yang sudah berat,” tegasnya seperti dilansir Antara.

Sementara itu menghadapi penolakan warga Jatirejo terhadap upaya penanggulangan semburan baru di bekas rumah makan milik

*Bersambung hal 23 kol 1

Herman Samin, Badan Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo (BPLS) tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, setiap upaya penanggulangan selalu ditolak warga.

Kepala Humas BPLS Ahmad Zulkarnain mengatakan, pihaknya juga tidak bisa melokalisasi air yang keluar dengan membuat tanggul di sekitarnya agar tidak mengalir ke jalan raya atau jalur rel. Sebab, langkah-langkah pelokalisasian air juga dihambat warga.

Di Jakarta, sejumlah pengusung interpelasi mengatakan, usul hak interpelasi DPR soal lumpur Lapindo digagas untuk memperoleh kepastian dan percepatan penanganan dampak yang ditimbulkan, sama sekali bukan merupakan komoditas politik.

Hal itu ditegaskan sejumlah pengusung interpelasi lumpur Lapindo seperti Abdullah Azwar Anas dan Ario Wijanarko (FKB), Ahmad Muqowwam (FPPP), Djoko Susilo (FPAN), Soeripto (FPKS), Jacobus Mayongpadang (FPDIP) dan Ade Daud Nasution (FBPD) di Jakarta, Minggu.

”Interpelasi ini bukan untuk komoditas politik, tetapi untuk kemanusiaan,” kata Djoko Susilo usai penyerahan hasil Pansus Lapindo DPRD Jatim oleh Ketua DPRD Jatim Fathorrosyid, Sekretaris Pansus Mohammad Mirdasy, dan anggota Pansus M Rofiq kepada inisiator interpelasi.

Ahmad Muqowwam yang juga Ketua Komisi V DPR RI menegaskan, interpelasi tersebut lebih dimaksudkan untuk mendorong terjadinya kepastian dan percepatan dalam penanganan lumpur Lapindo yang telah berlangsung setahun lebih namun belum mendapat penanganan yang memuaskan.

”DPR melihat ada kesalahan kebijakan nasional dalam penanganan lumpur Lapindo. Penanganan berjalan lamban dan sporadis. Akibatnya selama satu tahun belum juga ada kemajuan. Di jalur hukum pun belum ada putusan,” tambah Azwar Anas.

Semburan lumpur itu telah memaksa 21.000 jiwa atau 3.500 kepala keluarga (KK) dari 11 desa menjadi pengungsi. Selain itu, 350 hektar lebih lahan pertanian terendam lumpur, 23 bangunan sekolah dan 20 perusahaan harus ditutup. Sehingga secara umum peristiwa itu telah mengganggu perekonomian di Jatim. Peristiwa itu juga mengakibatkan kerugian Rp 7,6 triliun.

Sedang Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi menyatakan, gagasan sebagian anggota DPR RI soal interpelasi Lapindo perlu didorong terus, untuk mengetahui secara detail semua penyebab yang membuat para korban telantar hingga saat ini, asal bukan untuk menjatuhkan pemerintah.

”Interpelasi soal lumpur Lapindo perlu didorong terus agar bisa dipastikan sebab-sebab para korban sampai telantar memilukan,” kata Hasyim di Kantor PBNU Jakarta.

Hasyim juga minta agar interpelasi itu dilakukan secara tulus ikhlas, bukan untuk menjatuhkan Presiden. ”Interpelasi harus tulus, bukan untuk menjatuhkan pemerintah, dan bukan pula sekadar politik pencitraan yang hanya menghasilkan pemimpin yang seolah-olah pemimpin,” katanya. (San)-n

http://222.124.164.132/article.php?sid=127340

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: