Korban Tunggu Totalitas Interpelator, Partai Demokrat Tak Mendukung

Korban Tunggu Totalitas Interpelator, Partai Demokrat Tak Mendukung

Jakarta, Kompas – Korban lumpur panas Lapindo di Sidoarjo mengharapkan wakil rakyat benar-benar memperjuangkan nasib rakyat. Mereka menunggu totalitas pengusul interpelasi dalam menekan pemerintah dengan harapan persoalan mereka bisa diselesaikan lebih cepat, penuh kepastian, dan adil.

Menurut Masduki, warga Desa Kedungbendo, korban Lapindo sesungguhnya sudah tidak terlalu percaya lagi dengan berbagai forum. Warga berusaha menyelesaikan sendiri semampunya.

“Tim ini pun masih ada bimbang. Jangan-jangan seperti ini. Warga tak mau sekadar dijadikan uji coba. Mudah-mudahan tim ini benar-benar bisa bekerja sekuat tenaga agar masyarakat percaya mereka itu betul-betul wakil rakyat,” kata Masduki saat menghadiri pertemuan Pengusul Interpelasi DPR dengan Panitia Khusus Lapindo DPRD Provinsi Jawa Timur, di Jakarta, Minggu (17/6).

Masduki mengeluhkan soal prosedur pengurusan ganti rugi yang masih simpang siur. Setiap ada pengumuman, syaratnya selalu berubah. Seorang warga yang sanak saudaranya meninggal bahkan sampai kesulitan mendapatkan pemakaman.

Interpelator yang hadir antara lain Abdullah Azwar Anas dan Ario Wijanarko (Fraksi Kebangkitan Bangsa/F-KB), Ade Daud Nasution (Fraksi Partai Bintang Reformasi), Akhmad Muqoam (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan/F-PPP), Djoko Susilo (Fraksi Partai Amanat Nasional/F-PAN), Jacobus Kamarlo Mayong Padang (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), dan Suripto (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera).

Dari Jatim hadir Fathur Rasyid (Ketua DPRD/F-KB), Mohammad Mirdasy (Sekretaris Pansus/F-PPP), Didi Setyobudi (F-PAN), dan M Rofiq (F-KB). Mereka semua sepakat menjadikan interpelasi ini sebagai interpelasi kemanusiaan. “Interpelasi ini murni kemanusiaan. Jangan dianggap ini untuk menjatuhkan presiden,” ucap Ario.

Korban lumpur Lapindo berada di daerah pemilihan Jatim I yang mencakup Surabaya dan Sidoarjo. Di DPR terdapat 10 anggota DPR yang berasal dari daerah pemilihan Jatim I. Menurut catatan sementara, sampai kemarin, jumlah penanda tangan interpelator mencapai 153 orang.

Dari sepuluh fraksi yang ada di DPR, hanya anggota dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) yang tak ikut menandatangani, termasuk Marcus Sillano, anggota F-PD dari daerah pemilihan Jatim I. Achmad Fauzie dan Adjie Massaid dari Jatim VI dan Jatim II sebelumnya tanda tangan, tetapi kemudian mencabutnya.

“Menurut kami, interpelasi Lapindo itu belum saatnya,” ucap Sekretaris F-PD Sutan Bhatoegana saat dikonfirmasi.

Alasannya, saat ini, pemerintah dengan PT Lapindo Brantas pun sedang berusaha menanganinya dengan serius. “Jangan hanya lihat yang demo, yang happy juga banyak karena belum lunas bayar BTN kemudian dibayar pemerintah,” kata Sutan.

Penanda tangan dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) yang semula hanya satu orang, yaitu Yuddy Chrisnandi, saat ini sudah bertambah. “Sudah tanda tangan semua Golkar dari Jatim. Ada 14 orang,” ucap Djoko Subroto, F-PG Daerah Pemilihan Jatim I. (SUT)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/18/Politikhukum/3617393.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: