Kota-kota di Indonesia Rentan Bencana

Kota-kota di Indonesia Rentan Bencana

Jakarta, Kompas – Para pakar gempa memperingatkan kembali bahwa semua tata ruang kota di Indonesia masih belum memperhitungkan masalah mitigasi bencana alam gempa dan tsunami sehingga rentan mengakibatkan banyaknya korban jiwa jika terjadi bencana.

Bahkan, kota-kota yang pernah hancur akibat bencana, seperti Banda Aceh, Yogyakarta, dan Solok (Sumatera Barat), dibangun kembali tanpa memerhatikan kaidah keamanan dari bencana tersebut. Di kawasan rentan tsunami di Banda Aceh, seperti Lambhuk, Ulee Leu, dan Kajhu kini dipenuhi bangunan baru.

“Di lokasi yang hancur akibat gempa dan tsunami memang masih dibangun lagi rumah dan fasilitas umum, tetapi untuk memindahkan warga juga menghadapi kendala sosial dan budaya,” kata Deputi Menteri Negara Riset dan Teknologi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Idwan Suhardi di sela-sela simposium tentang bencana alam yang diadakan oleh Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Kamis (21/6).

Pakar gempa dan tsunami dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman, mengatakan, kondisi geologis tanah wajib menjadi acuan dalam pembangunan ruang. “Masalahnya, hingga sekarang kita belum punya peta yang rinci mengenai kondisi geologis. Misalnya, sesar gempa yang ada di Pulau Jawa, skalanya masih terlalu besar. Kita belum punya peta rinci yang bisa diimplementasikan dalam tata ruang. Penelitian-penelitian tentang hal ini harus terus didorong,” ujar Danny.

Selain pemetaan, jalur evakuasi dan bukit atau bangunan untuk penyelamatan saat tsunami, menurut Danny, harusnya juga sudah disiapkan, terutama di daerah rentan tsunami, seperti Padang, Bengkulu, selatan Jawa, Bali, dan Aceh.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono mengatakan, belajar dari gempa di Yogyakarta dan Solok, banyak kehancuran terjadi walaupun kekuatan gempa tak terlalu besar. Lembaganya kini memetakan kondisi kerentanan tanah jika terjadi guncangan gempa atau amplifikasi di sejumlah daerah. “Daerah yang tengah kami petakan adalah Solok, Padang, Klaten, dan Yogyakarta. Semoga bisa selesai akhir tahun ini. Tahun depan, kami akan memetakan Bandung dan Jakarta yang memiliki kerentanan tinggi. Khususnya Bandung yang berada tak jauh dari Sesar Lembang,” katanya.

Dari hasil pemetaan awal di Yogyakarta, Klaten, Padang, dan Solok, ditemukan sejumlah lokasi beramplifikasi sangat tinggi. Misalnya di kawasan Rowo Jombor (Klaten), amplifikasi tanah mencapai lebih dari 17 kali, dan Plered (Bantul) di atas 10 kali. (AIK)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/22/utama/3624078.htm

Satu Balasan ke Kota-kota di Indonesia Rentan Bencana

  1. Galeri Lukisan mengatakan:

    indonesia menangis,….karana selalu di datang kan bencana,…
    kapan bencana di indonesia berhenti?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: