Lapindo Tolak Temui Warga

Lapindo Tolak Temui Warga

SIDOARJO, KOMPAS – Badan Pelaksana Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo kesulitan memanggil manajemen Lapindo Brantas Inc untuk dipertemukan dengan warga korban lumpur dari Jatirejo dan 70 pedagang di Jalan Raya Jenggolo, Jatirejo, Porong, Sidoarjo.

Kepala BP BPLS Sunarso, Selasa (19/6), mengatakan, pihaknya sudah menghubungi Lapindo untuk dipertemukan dengan warga, tetapi Lapindo menolak. “Enggak tahu kenapa Lapindo tidak mau ketemu warga,” kata Sunarso saat ditanya alasan Lapindo.

Kepala Humas BP BPLS Ahmad Zulkarnain, yang berupaya menghubungi pihak Lapindo agar bertemu dengan warga, mendapat jawaban bahwa Lapindo tak mau berhadap-hadapan dengan warga karena takut ditekan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pertemuan ini menjadi syarat dari warga sebelum semburan air bercampur pasir—terjadi di bekas rumah makan milik Herman di Jalan Raya Jenggolo—ditanggulangi oleh BP BPLS. Dalam pertemuan ini warga akan menagih ganti rugi yang dijanjikan Lapindo.

Penolakan Lapindo itu membuat BP BPLS sulit menanggulangi semburan air yang semakin tinggi. Genangan air yang diakibatkan semburan terus meluas. Kemarin, semburan air mencapai ketinggian rata-rata 2 meter, bahkan bisa mencapai 6 meter. Adapun genangan air mulai masuk ke badan Jalan Raya Jenggolo yang merupakan jalur utama dari Surabaya ke daerah timur/selatan Jawa Timur.

Salah satu perwakilan warga dan pedagang, Ali Usman, mengatakan, sebelum ada pertemuan dengan Lapindo, pihaknya akan tetap menolak segala upaya menanggulangi semburan. “Kami masih menunggu itikad baik dari Lapindo,” ujarnya.

Vice President Administration and Human Resources Lapindo Brantas Inc Yuniwati Teryana mengatakan, Lapindo selalu membuka diri untuk membicarakan masalah yang dihadapi korban lumpur, tetapi keberadaan BPLS sebagai lembaga yang berwenang menangani lumpur mesti ada di depan.

Prinsip Bernoulli dicoba

Meski menolak segala upaya menanggulangi semburan air dan gas, warga tetap memberikan kesempatan kepada tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk bereksperimen di titik semburan itu.

Tim yang diprakarsai oleh alumnus teknik mesin ITS, Djaja Laksana, ini mencoba menggunakan Prinsip Bernoulli guna mematikan semburan. Intinya adalah semburan air dihentikan menggunakan tekanan semburan itu sendiri atau counter pressure.

Dari pengukuran awal diketahui tekanan semburan adalah 1 kg/cm>supresres

Satu Balasan ke Lapindo Tolak Temui Warga

  1. zuhair mengatakan:

    mohon bagi pihak yang memmpunyai informasi bagaimana cara berkomunikasi dengan bpls, saya mohon dengan saat untuk bersedia mengirimkan cara tersebut ke email saya ir_zza@yahoo. com
    terima kasih….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: