NEGARA ASEAN BAHAS TANGANI BENCANA DI YOGYA; Tsunami Bisa Diketahui Dalam 5 Menit

NEGARA ASEAN BAHAS TANGANI BENCANA DI YOGYA; Tsunami Bisa Diketahui Dalam 5 Menit

Wednesday, 20 June 2007, Berita Utama (Hlm Luar)
YOGYA (KR) – Gempa dan tsunami tidak mengenal batas negara. Seperti bencana di Aceh, dampaknya juga dirasakan di negara lain, khususnya kawasan ASEAN. Untuk itu diperlukan koordinasi antarnegara guna menyatukan semua komponen terkait tsunami, baik monitoring sistem, komunikasi maupun informasi.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Tsunami dan Seismologi Teknik BMG Pusat, Dr Fauzi PhD kepada KR di sela acara ‘Third Meeting of the Technical Task Force for the Establishment of Monitoring Network of the Tsunami Early Warning System ASEAN’ di Hotel Grand Mercure, Senin-Selasa (18-19/6). Acara yang diselenggarakan BMG ini dihadiri wakil dari 5 negara di ASEAN dari 10 negara yang diundang serta lembaga terkait.

Dengan menggunakan fasilitas yang lebih luas di negara ASEAN, maka tingkat ketelitiannya lebih tinggi lagi. Kalau sistem di negara lain lebih bagus nantinya akan diadopsi. “Kita masih bekerja terus bagaimana sistem ini cepat selesai. Dijadwalkan, 2008, kita sudah sanggup menginformasikan adanya tsunami dalam jangka waktu 5 menit setelah gempa bumi. Target kita itu,” katanya.

Sedangkan Deputi Bidang Sistem Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat, Dr P J Prih Harjadi mengatakan, selain melibatkan 10 negara anggota ASEAN, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan world meteorological organisation (WMO). Karena untuk tukar menukar data menggunakan fasilitas di WMO atau global telecommunication system (GTS), sehingga selain data-datanya menjadi lengkap, informasi yang disampaikan juga lebih akurat.

“Letak negara-negara ASEAN yang cukup strategis jika dilihat dari aspek ekonomi memang cukup menguntungkan. Namun di satu sisi, negara tersebut, termasuk Indonesia, harus membiasakan diri untuk bersahabat dengan bencana. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan ini kami berharap bisa ada kesamaan visi, sehingga penanganan yang dilakukan bisa lebih optimal,” tambahnya.

Lebih lanjut Prih Harjadi menambahkan, banyaknya musibah gempa bumi yang terjadi di berbagai daerah sampai saat ini masih menimbulkan trauma di kalangan masyarakat. Ironisnya, hal itu justru dimanfaatkan oknum tidak bertanggungjawab dengan menyebarkan isu akan adanya gempa besar. Untuk melawan isu-isu yang beredar di masyarakat, BMG Pusat sudah membuat semacam SOB atau fasilitas untuk diseminasi informasi yang memakai SMS. Di samping itu, BMG Pusat juga memberikan informasi lewat media baik cetak maupun elektronik.

Dikatakan pula, pada 23 Maret atau bertepatan hari meteorologi dunia bersama sejumlah Gubernur dan Walikota di Indonesia menandatangi kesepakatan, pada tahun 2008 pemerintah daerah mulai mengalokasikan dana untuk penanggulangan bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Bahkan kesepakatan itu sudah diketahui oleh Mendagri. Namun yang lebih penting dari semua itu adalah meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakatnya, baik dengan cara sosialisasi langsung maupun lewat tokoh-tokoh informal atau masuk ke kurikulum sekolah. (Wan/R-5)-n.

http://222.124.164.132/article.php?sid=127705

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: