PENYANDANG CACAT KORBAN GEMPA; Siapa yang Mau Menerima Saya?

PENYANDANG CACAT KORBAN GEMPA; Siapa yang Mau Menerima Saya?

Thursday, 21 June 2007, Berita Utama (Hlm Luar)
PENDERITAAN itu datang tiba-tiba yang membuat Erna putus asa. Tidak terbayangkan oleh lulusan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa ini kalau harus meringkuk di atas kursi roda untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Gempa dahsyat 27 Mei 2006 telah membawa petaka bagi Erna warga Kanggotan, Desa Pleret, Kecamatan Pleret karena tertimpa bangunan rumah yang roboh, sehingga pernah mencoba tiga kali bunuh diri.

Tetapi sekarang sudah ‘mupus’ semua itu memang kehendak Tuhan Yang Maha Esa harus diterima dengan ikhlas. Wajahnya mulai tampak ceria, walau masih tergurat penderitaan karena didera sakit di punggungnya yang patah. Sejak bencana hingga Rabu (20/6) kemarin untuk bergerak Erna masih harus dibantu kursi roda. Para penyandang cacat korban gempa ini dipertemukan di Kantor Kecamatan Pleret.

“Kalau sudah berkumpul seperti ini rasanya kayak reuni, senang bertemu dengan sesama senasib sependeritaan. Dengan begini bisa saling curhat, membagi pengalaman masalah terapi, pekerjaan dan masalah-masalah kehidupan lainnya,’ ujar Sunarto yang duduk di atas kursi roda berdampingan dengan Erna, sama-sama mengikuti penjaringan minat untuk pelatihan keterampilan bagi penyandang cacat korban gempa.

Erna pernah putus asa dan mencoba bunuh diri karena merasa hidupnya tak berguna lagi. Ijazah sarjana seolah-olah tidak ada harganya, namun setelah menengok sesama sependeritaan yang lebih parah kembali sadar. Ketika ditanya apakah sudah siap untuk melamar pekerjaan Erna mengatakan belum siap, karena belum punya keterampilan khusus bagi penyandang cacat seperti dirinya.

“Nanti setelah mendapat keterampilan atau kursus privat baru akan mencoba melamar pekerjaan, tentunya yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Tidak semua lapangan pekerjaan bisa menerima para penyandang cacat seperti saya maupun Pak Sunarto dan kawan yang lain. Semoga nanti ada yang mau menerima bekerja seperti pekerja normal lainnya. Siapa yang mau menerima saya?,” ujar Erna yang diiyakan Sunarto.

Sunarto penyandang cacat korban gempa lebih menderita, kalau Erna sudah operasi tulang tiga kali belum sembuh, kalau kumat sakit sekali, maka bapak tiga anak yang kehilangan pekerjaan ini harus mengalami pemeriksaan dari awal gara-gara data kesehatannya ketlingsut entah di mana. Semula di rawat di RS Panti Rapih selama 10 hari. Giliran mau menjalani operasi di RS Dr Sardjito data itu hilang.

“Karena mulai dari awal lagi, operasi sempat tertunda, harus bolak-balik ngurus data untuk mencocokkan keluhan dan penderitaan yang disandang. Kini saya bersama penyandang cacat yang lain melakukan terapi di PMI Cabang Bantul 3 kali seminggu. Praktis sejak gempa kehilangan pekerjaan, padahal harus menghidupi anak dan istri,” kata Sunarto.

Sedang Tujiyem, sudah janda masih tertimpa bencana, itulah gambaran mengenaskan buruh pabrik rambak di Bantul. Sejak gempa Tujiyem kehilangan pekerjaannya, tetapi sebetulnya kalau hanya goreng menggoreng masih bisa dilakukan karena tubuhnya dibantu dengan krug. (Asp)-n

Janda yang ditinggal mati suaminya setahun sebelum gempa menghidupi seorang anak.

Kini anaknya sudah lulus SMA, semoga cepat dapat pekerjaan dan sejak gempa itu Tujiyem memang sangat menderita, sehingga hidupnya kini hanya dari belas kasihan tetangganya yang lebih mampu. “Gesang kula dados kaco sanget, niku gara-gara lindhu gedhe,” ujar Tujiyem. (Asp)-n

http://222.124.164.132/article.php?sid=127730

Satu Balasan ke PENYANDANG CACAT KORBAN GEMPA; Siapa yang Mau Menerima Saya?

  1. rudyharwono mengatakan:

    Mungkin ketrampilan menyulam dapat membantu membuka lapangan kerja bagi Penca, silakan kunjungi blog saya http://rudyharwono.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: