Permukiman di Bantaran Sungai

Permukiman di Bantaran Sungai

Hampir 1 persen keluarga di Jatim menempati bantaran sungai sebagai tempat tinggal. Badan Pusat Statistik mencatat, keluarga yang hidup di lokasi tersebut tersebar di lebih dari 6.000 desa di provinsi yang berpenduduk 37 juta jiwa ini. Hal ini wajar mengingat sebagian besar (89 persen) lokasi desa-desa di Jatim dilalui sungai, baik sungai besar maupun sungai kecil.

Dijadikannya bantaran sungai sebagai tempat tinggal membuat banyak bangunan didirikan, baik semipermanen maupun permanen, di lokasi tersebut. Jumlahnya lebih dari 52.000 unit. Wilayah yang paling banyak terdapat bangunan di sekitar sungai adalah Pasuruan dan Probolinggo, yang mencapai lebih dari 1.000 bangunan. Selain itu, di Kota Surabaya juga tercatat lebih dari 500 bangunan berdiri di bantaran sungai.

Sungai di wilayah desa-desa tersebut umumnya digunakan sebagai irigasi untuk daerah-daerah pertanian. Sementara di perkotaan, sungai menjadi lokasi pembuangan limbah industri. Pemberdayaan warga yang tinggal di bantaran sungai untuk mengelola sungai akan efektif dibandingkan dengan merelokasi permukiman yang sudah terbangun lama di bantaran sungai tersebut. (Yohan Wahyu/Litbang Kompas)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/22/jatim/68393.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: