Perubahan Mental dan Perilaku Warga Korban

Perubahan Mental dan Perilaku Warga Korban

Medan, Kompas – Ketua Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh Nias Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, rekonstruksi di Aceh dan Nias membawa perubahan mendasar pada pola hidup korban tsunami. Mereka harus menyesuaikan perilaku dengan sarana dan prasarana baru yang dibangun.

“Warga korban misalnya, sejak dibangun instalasi air harus membayar iuran bulanan air bersih. Padahal, selama ini kan mereka tidak pernah membeli air. Di Nias, jalan antara Gunungsitoli dan Teluk Dalam dibuat mulus. Akibatnya, setiap hari ada kecelakaan dan memakan korban,” ujar Kuntoro di Medan, Kamis (21/6) malam.

Kepala Perwakilan BRR di Nias William P Sabandar menambahkan, ketika jalan antarkota itu masih jelek, hampir tidak pernah terjadi kecelakaan. “Saya juga merasa bersalah, ketika jalan mulus kecelakaan terjadi setiap hari,” katanya.

Kuntoro menambahkan, penyerahan hasil kerja BRR kepada pemerintah daerah harus mulai dipikirkan mengingat potensi sumber daya manusia di setiap daerah korban bencana berbeda. “Siapa yang akan memelihara jalan atau irigasi yang telah kita perbaiki di Nias. Siapa yang merawat instalasi air bersih di Aceh, sebab masa kerja BRR tinggal setahun lagi,” ujarnya.

Khusus di Nias, kata Kuntoro, BRR lebih memfokuskan pada persoalan kesehatan yang kurang diperhatikan. “Bayangkan, sebelum ada bencana hanya ada dua dokter untuk mengawasi 130 pulau. Ini kan tidak mungkin. Sekarang kita kirim 16 dokter belajar ke UGM,” katanya. (MBA)

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/23/daerah/3626393.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: